Prabowo: Kekayaan Indonesia Harus Kembali ke Rakyat, Koperasi Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

Prabowo: Kekayaan Indonesia Harus Kembali ke Rakyat, Koperasi Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional
Warta Batavia – JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya untuk mengembalikan manfaat kekayaan nasional kepada rakyat melalui penguatan ekonomi berbasis koperasi. Dalam pidatonya, Prabowo menilai Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, namun selama ini sebagian kekayaannya dinilai banyak mengalir ke luar negeri.
Menurut Prabowo, kesadaran mengenai besarnya potensi kekayaan Indonesia semakin kuat setelah dirinya resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Sesudah saya dilantik dalam minggu-minggu pertama saya jadi presiden, saya sadar betapa kayanya bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.
Namun di balik kekayaan tersebut, ia mengaku merasakan keprihatinan karena melihat besarnya kekayaan nasional yang menurutnya telah keluar dari Indonesia.
“Saya juga sedih. Saya juga merasa dihantam di ulu hati saya melihat betapa besar kekayaan Indonesia dicuri. Betapa besar kekayaan kita dibawa ke luar negeri,” katanya.
Bertekad Bekerja Keras Membangun Indonesia
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya bertekad memimpin pemerintahan dengan kerja keras bersama jajaran kabinet.
Ia mengatakan pemerintah akan menghadapi berbagai tantangan dengan gagasan besar yang sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara besar.
“Saya bertekad untuk bekerja dengan keras, bekerja dengan gagasan pikiran yang besar, bukan yang kecil-kecil. Kita negara besar. Kesulitan, hambatan, tantangan kita besar.”
Prabowo juga menyebut Indonesia mulai menyadari adanya persaingan global yang semakin ketat. Menurutnya, banyak negara menaruh perhatian terhadap potensi besar yang dimiliki Indonesia.
“Kita baru sadar begitu banyak negara yang iri sama kita.”
Prabowo Soroti Karakter Bangsa Indonesia
Presiden juga menggambarkan karakter masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang ramah dan terbuka terhadap tamu.
Ia mengibaratkan masyarakat Indonesia sebagai tuan rumah yang tetap berusaha menjamu tamu meskipun memiliki keterbatasan.
“Kalau ada tamu datang ke rumah kita, walaupun kita tidak punya minuman, tidak punya kopi, tidak punya gula, kita persilakan. Kalau perlu kita ke tetangga, kita pinjam gula dan kopi.”
Menurut Prabowo, sikap tersebut merupakan karakter positif bangsa Indonesia. Namun ia mengingatkan bahwa dalam praktiknya terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan kebaikan tersebut.
“Kita suka dengan tamu. Kita hormati tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu yang enggak tahu diri. Sudah enggak diundang, datang ke sini katanya mau dagang, lama-lama ngerampok.”
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penjelasannya mengenai pentingnya menjaga kepentingan nasional dalam pengelolaan kekayaan Indonesia.
Singgung Hubungan dengan Media
Di hadapan para hadirin, Prabowo juga sempat menyinggung hubungan dirinya dengan insan pers.
Ia mengatakan media menunggu setiap pernyataannya, namun menegaskan bahwa dirinya memandang wartawan sebagai rekan.
“Media lagi nunggu saya bicara kepleset. Enggak apa-apa. Wartawan sama gue itu kawan.”
Prabowo kemudian meminta agar apabila terdapat ucapannya yang dianggap keliru, hal tersebut tidak disimpan sebagai persoalan pribadi.
Koperasi Disebut Sebagai Alat Ekonomi Rakyat
Bagian utama pidato Prabowo menyoroti pentingnya koperasi sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, koperasi merupakan wadah yang mampu menghimpun kekuatan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil.
“Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin.”
Ia kemudian mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi.
Menurut Prabowo, satu batang lidi tidak memiliki kekuatan besar, namun ketika disatukan akan menjadi alat yang kuat.
“Satu lidi, satu lidi, satu lidi, satu lemah. Tapi bergabung itu kekuatan.”
Melalui analogi tersebut, Presiden menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam membangun ekonomi nasional.
Gerakan Koperasi Akan Menjadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
Prabowo optimistis gerakan koperasi akan berkembang menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Indonesia.
Ia menyatakan koperasi memiliki karakter berbeda karena manfaat ekonominya dinilai akan tetap berputar di dalam negeri.
“Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia.”
Ia melanjutkan bahwa koperasi merupakan kekuatan ekonomi yang menurutnya tidak akan membawa modal keluar dari Indonesia.
“Kekuatan ekonomi yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia.”
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku koperasi yang hadir.
Ia mengatakan wajah para anggota koperasi merupakan representasi masyarakat yang membangun ekonomi nasional.
Petani Disebut Mulai Menikmati Hasil Pembangunan
Presiden juga mengungkapkan laporan yang diterimanya mengenai meningkatnya kesejahteraan sebagian petani.
Menurutnya, saat ini sudah ada petani yang dapat menikmati liburan ke luar negeri.
“Saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri. Enggak apa-apa, libur boleh. Kapan lagi petani libur ke luar negeri?”
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai gambaran bahwa pemerintah menginginkan peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga dapat dirasakan oleh sektor pertanian.
Fokus pada Petani, Nelayan, dan Buruh
Prabowo menegaskan arah pembangunan ekonomi pemerintah akan memberikan perhatian besar kepada petani, nelayan, dan buruh.
Ia mengatakan kelompok-kelompok tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
“Sekarang karena kita akan buat tani, nelayan, buruh makmur.”
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan dimulai dari wilayah pedesaan sebelum berkembang ke tingkat kecamatan dan kabupaten.
Ekonomi Akan Bangkit dari Desa
Dalam pidatonya, Presiden menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi akan dimulai dari daerah.
Ia menilai desa akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sehingga perputaran uang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.
“Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten.”
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah ingin mengembalikan manfaat kekayaan nasional agar lebih banyak dirasakan masyarakat.
“Kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang. Ekonomi akan turun ke rakyat.”
Pemerintah Tekankan Pemerataan Manfaat Ekonomi
Melalui pidato tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi nasional melalui pemberdayaan koperasi, pembangunan berbasis desa, serta peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekayaan nasional agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia, seiring dengan upaya membangun sistem ekonomi yang berorientasi pada pemerataan dan penguatan ekonomi rakyat.
Referensi berita:




