invisible hit counter
Nasional

Rhoma Irama Sampaikan Nasehat untuk PWILS Usai KH Miftahul Huda Alhafiz Terpilih sebagai Ketua Jawa Tengah

Rhoma Irama Sampaikan Nasehat untuk PWILS Usai KH Miftahul Huda Alhafiz Terpilih sebagai Ketua Baru PWI-LS Jawa Tengah

WARTA BATAVIA – JAKARTA — Rhoma Irama menyampaikan sejumlah penjelasan dan nasehat kepada Perjuangan Wali Songo Indonesia Laskar Sabilillah (PWILS). Hal itu disampaikan melalui kanal YouTube Rhoma Irama Official pada 13 Agustus 2026.

Dalam penjelasannya, Rhoma mengawali dengan kabar mengenai hasil rapat pleno PWILS yang digelar di Boyolali, Jawa Tengah, pada 9 Agustus 2026. Dalam rapat tersebut, KH Miftahul Huda Alhafiz disebut terpilih sebagai ketua baru.

Rhoma kemudian menyampaikan sejumlah pesan mengenai arah perjuangan PWILS, metode dakwah, sikap terhadap kelompok yang berbeda pandangan, hingga pentingnya akhlak dalam menjalankan organisasi.

Ia juga mengutip sejumlah ayat Al-Quran sebagai landasan yang menurutnya perlu menjadi acuan PWILS dalam menjalankan aktivitasnya.

Catatan: Artikel ini merangkum isi penjelasan Rhoma Irama sebagaimana disampaikan dalam video sumber berita ini. Pernyataan mengenai kelompok atau tokoh tertentu merupakan bagian dari pernyataan narasumber.

PWILS Gelar Rapat Pleno di Boyolali

Rhoma Irama mengatakan rapat pleno PWILS telah dilaksanakan di Boyolali, Jawa Tengah, pada 9 Agustus 2026.

Menurut Rhoma, rapat tersebut menghasilkan keputusan berupa pemilihan ketua baru. Sosok yang disebut terpilih adalah KH Miftahul Huda Alhafiz.

Ia menyebut KH Miftahul Huda Alhafiz merupakan pimpinan Pondok Pesantren Tahfizil Quran di Ungaran Barat, Semarang. Rhoma kemudian menyampaikan doa dan harapan agar kepemimpinan baru tersebut dapat membawa PWILS Jawa Tengah berkembang lebih luas.

Rhoma juga menilai perubahan struktur dalam organisasi yang masih relatif baru merupakan sesuatu yang dapat terjadi.

Ia menggambarkan usia PWILS yang masih muda sebagai organisasi yang “seumur jagung”. Menurutnya, perubahan atau pergantian struktur dapat menjadi bagian dari proses untuk menemukan format organisasi yang dinilai lebih baik dan solid.

Rhoma Jelaskan Arah Perjuangan PWILS

Dalam kesempatan tersebut, Rhoma menjelaskan kembali hal-hal yang menurutnya selama ini selalu ia sampaikan ketika bertemu dengan anggota PWILS.

Ia mengatakan PWILS merupakan kelompok yang berkomitmen untuk melakukan amar makruf nahi mungkar. Dalam penjelasannya, ia mengaitkan hal tersebut dengan kritik terhadap apa yang ia sebut sebagai kelompok Baalawi.

Rhoma menyebut beberapa persoalan yang menurutnya menjadi perhatian PWILS, termasuk penyebaran khurafat dan praktik yang menurutnya berkaitan dengan kemusyrikan.

Ia juga menyebut adanya klaim mengenai hubungan dengan Aulia Tarim dan sejarah Islam di Indonesia. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari konteks yang digunakan Rhoma ketika menjelaskan alasan keberadaan PWILS.

Menurut Rhoma, salah satu tugas PWILS adalah memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai akidah Islam melalui dakwah dan pengajian.

Ia menekankan bahwa aktivitas tersebut harus diarahkan pada pemberian pemahaman mengenai akidah yang dianggap lurus.

Menjaga Marwah Rasulullah dan Sejarah Indonesia

Menjaga Marwah Rasulullah dan Sejarah Indonesia

Rhoma selanjutnya mengaitkan perjuangan PWILS dengan upaya menjaga marwah Rasulullah SAW.

Ia menyinggung persoalan nasab Rasulullah yang menurutnya telah diklaim oleh kelompok tertentu untuk memperoleh berbagai bentuk keistimewaan di masyarakat.

Selain itu, Rhoma mengatakan PWILS memiliki perhatian terhadap sejarah Nahdlatul Ulama (NU), sejarah Wali Songo, serta sejarah bangsa Indonesia.

Dalam penjelasannya, ia menyebut adanya klaim bahwa Wali Songo merupakan bagian dari Baalawi. Ia juga mengatakan PWILS perlu menjaga sejarah bangsa Indonesia agar tidak diklaim sebagai bagian dari sejarah kelompok tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Rhoma sebagai bagian dari penjelasannya mengenai alasan dan tujuan perjuangan PWILS.

Rhoma Kutip Ayat Al-Quran tentang Amar Makruf Nahi Mungkar

Untuk menjelaskan metode perjuangan yang menurutnya harus dilakukan PWILS, Rhoma mengutip Surah Ali Imran ayat 104.

Ia membacakan bagian ayat:

“Wal takum minkum ummatun yad’una ilal khairi wa ya’muruna bil ma’rufi wa yanhauna ‘anil munkar…”

Rhoma kemudian menjelaskan maknanya sebagai perintah agar terdapat kelompok yang menyeru kepada kebaikan, mengajak kepada hal-hal yang makruf, dan mencegah kemungkaran.

Menurut Rhoma, prinsip tersebut merupakan salah satu tugas PWILS.

Namun, ia menekankan bahwa cara mencegah kemungkaran juga memiliki prinsip tertentu.

Rhoma mengutip ayat “Ud’u ila sabili rabbika bil hikmati wal mau’izhati al-hasanah wa jadilhum billati hiya ahsan”.

Ia menerjemahkannya sebagai ajakan kepada jalan Tuhan dengan hikmah, nasihat yang baik, serta perdebatan dengan cara yang lebih baik.

Dengan demikian, Rhoma menekankan penggunaan argumen, dalil, kebijaksanaan, dan nasihat dalam menyampaikan dakwah.

PWILS Diminta Mengacu kepada Al-Quran dan Ajaran Rasulullah

PWILS Diminta Mengacu kepada Al-Quran dan Ajaran Rasulullah

Rhoma kemudian menyampaikan bahwa aktivitas PWILS harus mengacu kepada firman Allah SWT dan ajaran Rasulullah SAW.

Menurutnya, perjuangan dalam menegakkan kebenaran membutuhkan landasan tersebut.

Ia selanjutnya mengajak PWILS mengambil pelajaran dari Surah Al-Muddatstsir dalam memahami perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Rhoma menjelaskan bahwa pada tahap awal dakwah, Rasulullah berdakwah secara langsung dari rumah ke rumah dan secara personal. Setelah itu, menurut penjelasan Rhoma, turun perintah untuk memberikan peringatan secara terbuka.

Ia mengutip bagian awal Surah Al-Muddatstsir, yaitu:

“Ya ayyuhal muddatstsir, qum fa andzir, wa rabbaka fakabbir…”

Rhoma mengaitkan ayat tersebut dengan pesan agar PWILS menyampaikan dakwah dan peringatan secara terbuka.

Lima Pesan Rhoma dari Surah Al-Muddatstsir

Lima Pesan Rhoma dari Surah Al-Muddatstsir

Dalam penjelasannya, Rhoma menguraikan sejumlah pesan yang ia kaitkan dengan Surah Al-Muddatstsir.

1. Membesarkan Nama Allah

Rhoma menjelaskan frasa “wa rabbaka fakabbir” sebagai perintah untuk membesarkan nama Allah.

Menurutnya, perjuangan harus berorientasi kepada Allah dan dilakukan karena Allah, bukan karena kepentingan lain.

2. Membersihkan Perilaku

Pesan berikutnya adalah “wa tsiabaka fathahhir”.

Rhoma menjelaskan bahwa membersihkan pakaian dalam konteks tersebut bukan semata-mata berarti mencuci pakaian, tetapi juga dimaknai sebagai membersihkan pribadi dan perilaku.

Ia mengingatkan anggota PWILS agar tidak memiliki perilaku yang dianggap buruk.

3. Meninggalkan Kemaksiatan

Rhoma juga menyampaikan pesan “war-rujza fahjur”, yang ia jelaskan sebagai perintah untuk meninggalkan segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran.

Ia menegaskan anggota PWILS tidak boleh melakukan tindakan seperti mabuk-mabukan maupun perbuatan lain yang bertentangan dengan prinsip tersebut.

4. Tidak Mengharapkan Imbalan Berlebihan

Rhoma selanjutnya membahas frasa “wa la tamnun tastaktsir”.

Ia mengaitkannya dengan larangan bergabung dalam organisasi hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Menurut Rhoma, anggota PWILS seharusnya tidak menjadikan organisasi sebagai tempat untuk mencari kehidupan pribadi, melainkan memberikan apa yang dimiliki untuk menghidupkan organisasi.

Hal yang dapat diberikan, menurutnya, antara lain materi, pikiran, dan tenaga.

5. Bersabar dalam Perjuangan

Pesan berikutnya adalah “wa li rabbika fashbir”.

Rhoma mengingatkan bahwa perjuangan tidak selalu mudah. Ia menyebut kemungkinan adanya tekanan, perundungan, bahkan persekusi.

Karena itu, menurutnya, anggota PWILS harus memiliki kesabaran ketika menghadapi berbagai konsekuensi perjuangan.

Rhoma Tegaskan Fungsi Laskar Sabilillah

Dalam bagian lain, Rhoma menjelaskan istilah Laskar Sabilillah yang terdapat dalam PWILS.

Ia mengatakan laskar memiliki fungsi membentengi dan menjaga. Jika diserang, menurut penjelasannya, laskar dapat melakukan pembelaan.

Rhoma kemudian membedakan konteks pembelaan tersebut dengan tindakan menyerang terlebih dahulu.

Ia mengutip ayat yang menjelaskan mengenai berperang di jalan Allah terhadap pihak yang memerangi. Dalam penjelasannya, ia menekankan konteks defensif atau membela diri.

Rhoma juga mengingatkan agar anggota PWILS tidak menjadikan kelompok masyarakat lain sebagai musuh.

Rhoma Minta Muhibin Tidak Dimusuhi

Salah satu pesan Rhoma dalam penjelasan tersebut adalah agar anggota PWILS tidak memandang muhibin sebagai musuh.

Ia mengatakan sebagian anggota PWILS sebelumnya juga pernah berada dalam kelompok yang disebutnya sebagai muhibin.

Rhoma kemudian menyebut nama KH Imaduddin Utsman Al-Bantani sebagai salah satu orang yang menurutnya pernah berada dalam posisi tersebut sebelum kemudian bergabung dalam PWILS.

Menurut Rhoma, muhibin justru perlu dirangkul melalui dakwah.

Ia mengajak anggota PWILS untuk memberikan nasihat, menyampaikan penjelasan, dan mengajak berdialog dengan hikmah serta nasihat yang baik.

Dalam bagian tersebut, Rhoma juga mengatakan bahwa umat Islam tidak seharusnya menjadikan sesama Muslim sebagai musuh.

Rhoma Ingatkan Larangan Melampaui Batas

Rhoma juga mengingatkan mengenai batas dalam melakukan pembelaan.

Ia menyebut bahwa tindakan membela diri tidak boleh berubah menjadi tindakan melampaui batas.

Ia menggunakan prinsip “wala ta’tadu”, yang dalam penjelasannya dimaknai sebagai larangan melampaui batas.

Rhoma memberikan ilustrasi bahwa ketika seseorang sudah jatuh setelah dipukul, tindakan berikutnya tidak boleh berupa penganiayaan berlebihan.

Menurutnya, fungsi laskar adalah menjaga ulama dan umat dari persekusi serta menjaga keamanan dalam konteks pembelaan.

Akhlakul Karimah dan NKRI

Pada bagian akhir pesannya, Rhoma meminta PWILS menunjukkan akhlakul karimah dan iktikad baik.

Ia juga menekankan pentingnya memurnikan tujuan perjuangan untuk membela agama, menjaga marwah Rasulullah SAW, serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rhoma berharap PWILS dapat dicintai umat Islam sekaligus diterima dan dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Ia mengatakan seluruh aktivitas organisasi harus tetap mengacu kepada nilai-nilai Al-Quran dan akhlak yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Tiga Pilar yang Diusulkan Rhoma Irama untuk PWILS

Tiga Pilar yang Diusulkan Rhoma Irama untuk PWILS

Rhoma kemudian mengusulkan tiga semboyan yang menurutnya dapat menjadi prinsip perjuangan PWILS.

Tiga semboyan tersebut adalah:

  1. PWILS Izzul Islam wal Muslimin
  2. PWILS Izzul Indonesia wal Indonesiyyin
  3. PWILS Rahmatan lil Alamin

Menurut Rhoma, semboyan pertama dimaknai sebagai perjuangan untuk kejayaan Islam dan umat Islam.

Semboyan kedua diarahkan pada kejayaan Indonesia dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Sementara semboyan ketiga berarti memberikan rahmat kepada semua pihak.

Rhoma mengatakan tiga prinsip tersebut perlu menjadi tekad dalam perjuangan PWILS.

Ia kembali menekankan bahwa aktivitas organisasi harus dilakukan dengan hikmah dan rahmah.

Penutup

Dalam penjelasannya pada 13 Agustus 2026, Rhoma Irama menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya KH Miftahul Huda Alhafiz sebagai ketua baru PWILS dalam rapat pleno di Boyolali.

Selain itu, ia memberikan sejumlah arahan mengenai tujuan organisasi, metode dakwah, sikap terhadap kelompok yang berbeda pandangan, fungsi Laskar Sabilillah, hingga pentingnya menjaga akhlak.

Rhoma juga menekankan agar perjuangan PWILS berlandaskan Al-Quran dan ajaran Rasulullah SAW, dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik, serta tidak melampaui batas.

Pada bagian akhir, ia mengusulkan tiga prinsip yang menurutnya dapat menjadi landasan PWILS, yakni kejayaan Islam dan umat Islam, kejayaan Indonesia dan bangsa Indonesia, serta prinsip rahmatan lil alamin.

Siapa ketua baru PWILS Jawa Tengah 2026 yang disebut Rhoma Irama?

FAQ

Siapa ketua baru PWILS Jawa Tengah 2026 yang disebut Rhoma Irama?

Rhoma Irama menyebut KH Miftahul Huda Alhafiz sebagai ketua baru PWILS yang terpilih melalui rapat pleno pada 9 Agustus 2026 di Boyolali, Jawa Tengah.

Kapan Rhoma Irama menyampaikan penjelasan tersebut?

Penjelasan tersebut disampaikan melalui kanal Rhoma Irama Official pada 13 Agustus 2026.

Apa pesan utama Rhoma Irama kepada PWILS?

Rhoma menekankan pentingnya menjalankan perjuangan berdasarkan Al-Quran dan ajaran Rasulullah SAW, berdakwah dengan hikmah, menjaga akhlak, meninggalkan kemaksiatan, bersabar, dan tidak melampaui batas.

Apa tiga pilar yang diusulkan Rhoma untuk PWILS?

Tiga pilar yang diusulkan adalah Izzul Islam wal Muslimin, Izzul Indonesia wal Indonesiyyin, dan Rahmatan lil Alamin.

Bagaimana Rhoma menjelaskan fungsi Laskar Sabilillah?

Rhoma menjelaskan fungsi laskar dalam konteks membentengi dan menjaga. Ia menekankan bahwa pembelaan dilakukan ketika diserang dan tidak boleh berubah menjadi tindakan menyerang atau melampaui batas.

Apa pesan Rhoma mengenai muhibin?

Rhoma meminta PWILS tidak menjadikan muhibin sebagai musuh. Ia mendorong anggota PWILS untuk merangkul, memberikan nasihat, dan melakukan dakwah dengan hikmah serta nasihat yang baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button