invisible hit counter
Nasional

Gus Abbas Tegaskan PWI-LS Jawa Tengah Tidak Bubar, Rapat Pleno Digelar untuk Menampung Aspirasi PD

WARTA BATAVIAJAKARTA — Ketua Umum PWI-LS, Gus Abbas atau KH Muhammad Abbas Billy Yachsi, menegaskan bahwa organisasi PWI-LS di Jawa Tengah tidak bubar. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan keterangan terkait rapat pleno Jawa Tengah yang membahas pemilihan ketua PW PWI-LS Jawa Tengah.

Dalam keterangannya di kanal PWI LS KOTA BATIK, Gus Abbas menjelaskan bahwa rapat pleno tersebut digelar untuk menindaklanjuti aspirasi dari sejumlah PD di Jawa Tengah. Ia menyebut forum tersebut berkaitan dengan proses rekomendasi calon ketua yang nantinya akan memperoleh surat keputusan organisasi.

Gus Abbas mengatakan, kepemimpinan baru di tingkat PW Jawa Tengah diharapkan mampu membawa perjuangan organisasi, mengayomi seluruh PD, serta mendengarkan aspirasi dari berbagai daerah.

Ia juga menegaskan bahwa proses internal tersebut berlangsung dalam suasana kondusif. Menurut dia, kedatangan sejumlah PD dalam rapat pleno menunjukkan adanya tekad untuk melanjutkan perjuangan sekaligus membesarkan dan menjaga PWI-LS.

Rapat Pleno Jawa Tengah Membahas Pemilihan Ketua PW

Gus Abbas menjelaskan bahwa rapat pleno Jawa Tengah dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026. Agenda tersebut berkaitan dengan pemilihan ketua PW Jawa Tengah yang akan direkomendasikan untuk kemudian mendapatkan SK sesuai mekanisme organisasi.

Menurut Gus Abbas, harapan dari PD di Jawa Tengah adalah munculnya sosok pemimpin yang aspiratif. Pemimpin tersebut diharapkan dapat mendengarkan berbagai aspirasi dari PD dan menaungi seluruh unsur organisasi.

“Harapan daripada PD akan menemukan satu pemimpin yang aspiratif, pemimpin yang bisa mendengarkan aspirasi-aspirasi daripada PD dan bisa menaungi seluruhnya,” kata Gus Abbas dalam keterangannya.

Ia juga menyampaikan harapan agar pemimpin yang terpilih tidak menciptakan konflik internal. Kepemimpinan di tingkat PW Jawa Tengah, menurut dia, diharapkan mengedepankan karakter bijaksana dan toleran.

Gus Abbas menekankan bahwa kepentingan perjuangan harus menjadi prioritas dalam menjalankan organisasi.

Gus Abbas Sebut Rapat Pleno Berlangsung Kondusif

Dalam keterangannya, Gus Abbas menyebut pelaksanaan rapat pleno berjalan kondusif dan aman.

Ia mengatakan para PD datang dengan kesadaran bahwa perjuangan organisasi perlu dilanjutkan. Menurutnya, seluruh unsur PWI-LS di Jawa Tengah telah memiliki tekad untuk membesarkan dan menjaga organisasi.

“Kita sudah sama-sama memiliki tekad seluruh Jawa Tengah bahwa kita itu akan membesarkan PWI dan menjaga PWI,” ujarnya.

Gus Abbas juga menyebut adanya komitmen untuk menjaga organisasi dari berbagai gangguan, baik yang berasal dari internal maupun eksternal.

Gus Abbas Bantah Anggapan PWI-LS Arogan dan Anarkis

Gus Abbas Bantah Anggapan PWI-LS Arogan dan Anarkis

Dalam kesempatan tersebut, Gus Abbas juga menanggapi adanya framing di media sosial yang menggambarkan PWI-LS sebagai organisasi yang arogan atau anarkis.

Ia membantah anggapan tersebut dan menegaskan bahwa PWI-LS berbeda dengan organisasi lain yang disebut dalam pertanyaan tersebut.

Menurut Gus Abbas, latar belakang warga NU yang berada di dalam organisasi tidak mengajarkan sikap keras maupun arogan. Ia mengatakan apabila terdapat kejadian tertentu, hal tersebut dinilai sebagai insiden yang bersifat insidental.

“Kalau seumpama ada beberapa kejadian-kejadian itu karena insidensial,” kata Gus Abbas.

Ia menegaskan bahwa koordinasi organisasi dari tingkat pusat hingga PW memiliki prosedur yang harus diikuti. Dalam prosedur tersebut, menurut dia, tindakan kekerasan dan arogansi tidak dibenarkan.

PWI-LS Disebut Tetap Mengedepankan Toleransi dan Ketegasan

Gus Abbas mengatakan organisasi tetap harus memiliki ketegasan dalam menghadapi persoalan tertentu. Namun, ketegasan tersebut menurut dia tidak identik dengan tindakan kekerasan.

Ia menyebut toleransi dan ketegasan harus berjalan bersama.

“Tidak ada toleransinya tapi di balik toleran juga ada ketegasan,” ujar Gus Abbas.

Menurut dia, sikap tegas diperlukan agar perjuangan organisasi tidak kehilangan arah. Ia juga menegaskan bahwa gerakan PWI-LS, menurut keterangannya, tidak dimaksudkan untuk melakukan tindakan arogan.

Gus Abbas turut menanggapi anggapan yang mengaitkan gerakan PWI-LS dengan tindakan terorisme. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah dan meminta agar persoalan tersebut diserahkan kepada proses untuk melihat siapa yang benar dan siapa yang salah.

Ia juga menyatakan bahwa sebagai organisasi yang semakin besar, PWI-LS dinilai akan menghadapi tantangan yang semakin besar pula.

Gus Abbas Tegaskan PWI-LS Jawa Tengah Tidak Bubar

Isu mengenai pembubaran PWI-LS Jawa Tengah juga menjadi salah satu hal yang dijelaskan Gus Abbas.

Ia secara tegas mengatakan bahwa PWI-LS Jawa Tengah tidak bubar. Menurut dia, kabar mengenai pembubaran tersebut hanya merupakan isu.

“Tidak bubar,” tegas Gus Abbas.

Ia kemudian menjelaskan persoalan terkait Agus Mariono. Menurut Gus Abbas, dirinya menerima surat dan aspirasi dari PD di Jawa Tengah mengenai pencabutan mandat terhadap Agus Mariono.

Gus Abbas menekankan bahwa persoalan tersebut bukan merupakan pemecatan.

Pencabutan Mandat Disebut Berasal dari Aspirasi PD

Menurut Gus Abbas, mandat terhadap Agus Mariono sebelumnya diberikan oleh PD. Ketika PD kemudian menyampaikan aspirasi untuk mencabut mandat tersebut, dirinya menyatakan berkewajiban menerima dan menyalurkan aspirasi tersebut sesuai mekanisme organisasi.

Ia membantah adanya unsur suka atau tidak suka secara pribadi dalam persoalan tersebut.

“Tidak ada istilah like or dislike. Benci atau tidak suka,” kata Gus Abbas.

Ia menjelaskan bahwa aspirasi pencabutan mandat tersebut disampaikan oleh PD dan telah memiliki alasan serta dokumen yang menurut keterangannya telah masuk ke sekretariat pusat.

Gus Abbas juga menegaskan bahwa dirinya tidak menyebut persoalan tersebut sebagai pemecatan karena, menurut keterangannya, belum ada SK mengenai hal tersebut.

“Saya hanya menampung aspirasi saja,” ujarnya.

Menurut Gus Abbas, ketika sebuah PD memberikan mandat kepada seseorang dan kemudian PD tersebut mencabut kembali mandatnya, pencabutan tersebut merupakan hak PD yang bersangkutan.

Karena itulah, ia mengatakan rapat pleno digelar untuk menyalurkan aspirasi PD Jawa Tengah.

Gus Abbas Sebut Jawa Tengah Semakin Solid

Mengenai kondisi organisasi di Jawa Tengah, Gus Abbas menyerahkan persoalan tersebut kepada masyarakat Jawa Tengah.

Ia menyampaikan bahwa menurut penilaiannya, kondisi PWI-LS Jawa Tengah justru semakin solid.

“Jawa Tengah ini tambah solid sebenarnya,” ujar Gus Abbas.

Ia berharap kondisi tersebut dapat terus berkembang sehingga organisasi semakin baik.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah adanya isu mengenai kondisi internal PWI-LS Jawa Tengah. Gus Abbas menekankan bahwa proses yang dilakukan merupakan bagian dari mekanisme organisasi dalam menampung aspirasi PD.

Polemik Kepemimpinan dan Proses Organisasi

Gus Abbas juga memberikan penjelasan mengenai tudingan bahwa pengurus pusat PWI-LS bersikap arogan atau kaku dalam mengambil keputusan.

Ia mengatakan setiap keputusan pengurus pusat telah melalui sejumlah tahapan. Ia mencontohkan persoalan jabatan yang menurut keterangannya telah melalui proses negosiasi selama lebih dari sembilan bulan.

Menurut Gus Abbas, pengurus pusat sebelumnya telah memberikan sejumlah pengingat sebelum akhirnya mengeluarkan instruksi.

Ia mengatakan instruksi tersebut diberikan setelah muncul suara atau kegaduhan dari PD di tingkat bawah.

Instruksi Diberikan untuk Melengkapi Administrasi Organisasi

Gus Abbas menjelaskan bahwa dirinya pernah mengeluarkan instruksi kepada Agus Mariono untuk segera melengkapi proses administrasi yang diperlukan.

Menurut dia, langkah tersebut dimaksudkan agar pelaksanaan tugas organisasi memiliki dasar hukum secara internal.

Ia menyebut diberikan waktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikan proses tersebut. Namun, menurut keterangannya, hal itu tidak terlaksana.

Gus Abbas kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan munculnya aspirasi dari PD untuk mencabut mandat.

Ia mengatakan keputusan akhirnya tetap berada dalam konteks aspirasi organisasi, bukan keputusan pribadi berdasarkan suka atau tidak suka.

Gus Abbas Tanggapi Flyer “Satu Komando Kiai Imad”

Gus Abbas Tanggapi Flyer “Satu Komando Kiai Imad”

Dalam keterangannya, Gus Abbas juga ditanya mengenai beredarnya flyer yang mencantumkan slogan “satu komando Kiai Imad”.

Pertanyaan tersebut dikaitkan dengan posisi Kiai Imad yang disebut sebagai wakil dari Gus Abbas.

Menanggapi hal itu, Gus Abbas mengatakan bahwa beredarnya flyer tersebut merupakan hal yang biasa. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Kiai Imad tidak bermaksud melakukan sesuatu yang bertentangan dengan PWI-LS.

Gus Abbas menyebut Kiai Imad masih memiliki hubungan dengan PWI-LS. Namun, ia juga menegaskan bahwa sebagai warga negara, seseorang memiliki hak untuk terlibat dalam berbagai kegiatan atau bahkan membentuk organisasi baru.

Menurut Gus Abbas, hal tersebut tidak harus menjadi persoalan selama masih berkaitan dengan perjuangan kebangsaan dan keagamaan.

PWI-LS Disebut Membuka Ruang Sinergi

Gus Abbas menyampaikan bahwa PWI-LS membuka ruang untuk bekerja sama dan bersinergi dengan berbagai kelompok.

Ia mengatakan seseorang yang sebelumnya berada di dalam PWI-LS kemudian menjalankan aktivitas di luar organisasi tidak otomatis menjadi penghalang untuk membangun kerja sama.

“Kita bisa bersinergi, kita bisa kerja sama,” kata Gus Abbas.

Ia juga menyatakan bahwa pintu kerja sama terbuka bagi berbagai pihak untuk menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan perjuangan kebangsaan dan keagamaan.

Gus Abbas Jelaskan Isu Pembubaran Selawat dan Pengajian

Gus Abbas Jelaskan Isu Pembubaran Selawat dan Pengajian

Topik lain yang ditanyakan kepada Gus Abbas adalah isu mengenai gerakan PWI-LS yang disebut-sebut membubarkan selawat atau pengajian.

Gus Abbas membantah anggapan bahwa PWI-LS membubarkan selawat.

Menurut dia, PWI-LS tidak membubarkan kegiatan selawat, melainkan menghentikan apa yang disebutnya sebagai rekayasa selawatan yang digunakan untuk kepentingan tertentu.

Dalam keterangannya, Gus Abbas mengaitkan isu tersebut dengan kekhawatiran mengenai upaya mengurangi pengaruh Nahdlatul Ulama dalam aspek sosial dan budaya keagamaan.

Ia menyebut terdapat pihak-pihak yang menurutnya menggunakan kegiatan keagamaan untuk membangun pengaruh dalam ranah budaya dan sosial.

Gus Abbas: Selawat Tetap Dipersilakan

Gus Abbas menegaskan bahwa kegiatan selawat tetap dipersilakan.

“Kalau Anda selawatan, selawatnya silakan,” ujarnya.

Namun, ia menyatakan keberatan apabila kegiatan selawat menurut versinya digunakan sebagai strategi untuk kepentingan tertentu.

Dalam keterangannya, Gus Abbas juga menyebut adanya pihak atau oknum yang menurutnya pernah melakukan tindakan terhadap seorang kiai. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari alasan mengapa dirinya mempertanyakan penggunaan kegiatan keagamaan untuk kepentingan tertentu.

Ia menekankan pentingnya menjaga muruah dan harga diri para kiai Indonesia.

Harapan PWI-LS untuk Muktamar ke-35 PBNU

Menjelang Muktamar ke-35 PBNU, Gus Abbas menyampaikan harapan PWI-LS mengenai sosok pemimpin yang akan dipilih.

Ia berharap Muktamar ke-35 menghasilkan pemimpin PBNU yang kredibel dan memiliki kemampuan dalam bidang fikih serta ushul fikih.

Menurut Gus Abbas, pemahaman terhadap fikih dan ushul fikih penting karena berkaitan dengan metode berpikir dalam mengambil keputusan.

Gus Abbas Tekankan Pentingnya Fikih dan Ushul Fikih

Gus Abbas menjelaskan bahwa seseorang yang memahami fikih dan ushul fikih akan memiliki metode berpikir yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.

Ia berharap pemimpin PBNU memiliki kemampuan tersebut agar manhaj organisasi tetap terjaga.

“Minimal kita memilih satu ulama PBNU-nya ahli fikih dan usul fikih,” kata Gus Abbas.

Menurut dia, pemimpin yang tidak memahami fikih dan ushul fikih dikhawatirkan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan tertentu.

Ia juga berharap pemimpin organisasi memiliki sikap antisuap dan tidak mudah dipengaruhi uang.

Menurut Gus Abbas, seorang pemimpin harus berani menyuarakan kebenaran dan mendahulukan kepentingan organisasi serta masyarakat.

Gus Abbas Minta Pemerintah Mendahulukan Kepentingan Negara

Gus Abbas Minta Pemerintah Mendahulukan Kepentingan Negara

Pada bagian akhir keterangannya, Gus Abbas menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia dan pemerintah.

Pesan tersebut berkaitan dengan sejumlah persoalan yang menurutnya belum mendapatkan perhatian sebagaimana yang diharapkan, termasuk persoalan mengenai klaim, pembelokan sejarah, dan berbagai persoalan lain yang disebutnya berkaitan dengan Alwi.

Gus Abbas mengatakan terdapat banyak faktor yang memengaruhi persoalan tersebut. Namun, ia memilih tidak menjelaskan seluruh faktor itu dalam forum tersebut karena menurutnya tidak etis.

Ia kemudian meminta pemerintah agar menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi maupun kedekatan dengan seseorang.

“Cintai Seseorang, Jangan Melebihi Cinta kepada Bangsa dan Negara”

Gus Abbas mengatakan seseorang boleh mencintai atau membela orang lain. Namun, menurut dia, kecintaan tersebut tidak boleh mengalahkan kecintaan kepada bangsa dan negara.

“Anda boleh mencintai seseorang, tapi jangan lebih mencintai orang daripada negara Anda,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa ketika seseorang yang dekat dengannya justru merugikan bangsa atau melakukan tindakan zalim terhadap bangsa dan negara, dirinya akan memilih berada di pihak bangsa dan negara.

Gus Abbas kemudian menekankan agar kecintaan kepada seseorang juga tidak melebihi kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

FAQ

1. Apa agenda rapat pleno PWI-LS Jawa Tengah?

Berdasarkan keterangan Gus Abbas, rapat pleno Jawa Tengah berkaitan dengan pemilihan ketua PW PWI-LS Jawa Tengah yang akan direkomendasikan untuk mendapatkan SK sesuai mekanisme organisasi.

2. Apakah PWI-LS Jawa Tengah dibubarkan?

Gus Abbas menegaskan bahwa PWI-LS Jawa Tengah tidak bubar. Ia menyebut kabar mengenai pembubaran tersebut sebagai isu.

3. Apa yang disampaikan mengenai Agus Mariono?

Gus Abbas menjelaskan bahwa dirinya menerima surat dan aspirasi dari PD Jawa Tengah mengenai pencabutan mandat terhadap Agus Mariono. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan disebut sebagai pemecatan dan dirinya hanya menampung serta menyalurkan aspirasi PD.

4. Bagaimana kondisi rapat pleno Jawa Tengah?

Menurut Gus Abbas, rapat pleno berlangsung kondusif, aman, dan lancar. Ia menyebut kedatangan PD menunjukkan adanya tekad untuk melanjutkan perjuangan dan membesarkan PWI-LS.

5. Apakah Gus Abbas menyebut PWI-LS sebagai organisasi yang arogan?

Tidak. Justru Gus Abbas membantah framing yang menggambarkan PWI-LS sebagai organisasi arogan atau anarkis. Ia mengatakan terdapat prosedur organisasi yang tidak membenarkan kekerasan maupun arogansi.

6. Apa tanggapan Gus Abbas mengenai kegiatan selawat?

Gus Abbas mengatakan PWI-LS tidak membubarkan selawat. Ia menyatakan kegiatan selawat tetap dipersilakan, tetapi menyoroti apa yang menurut keterangannya merupakan penggunaan kegiatan selawat untuk kepentingan tertentu.

7. Siapa yang diharapkan Gus Abbas menjadi pemimpin PBNU?

Gus Abbas berharap pemimpin PBNU yang terpilih memiliki kredibilitas serta menguasai ilmu fikih dan ushul fikih. Ia juga menekankan pentingnya pemimpin yang antisuap dan berani dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar.

8. Apa pesan Gus Abbas kepada pemerintah?

Gus Abbas meminta pemerintah mendahulukan kepentingan bangsa dan negara. Ia mengatakan seseorang boleh mencintai atau membela orang lain, tetapi kecintaan tersebut tidak boleh melebihi kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Penutup

Keterangan Gus Abbas mengenai rapat pleno PWI-LS Jawa Tengah mencakup sejumlah isu internal organisasi, mulai dari proses pemilihan ketua PW, aspirasi PD, pencabutan mandat Agus Mariono, hingga bantahan terhadap isu pembubaran organisasi.

Dalam keterangannya, Gus Abbas juga menanggapi berbagai framing terhadap PWI-LS, termasuk tudingan mengenai arogansi, anarkisme, serta isu terkait kegiatan selawat dan pengajian.

Di sisi lain, ia menyampaikan harapan agar kepemimpinan organisasi ke depan mampu mengayomi seluruh PD, mendengarkan aspirasi daerah, mencegah konflik internal, serta mengedepankan perjuangan organisasi.

Untuk agenda Muktamar ke-35 PBNU, Gus Abbas menekankan pentingnya pemimpin yang memahami fikih dan ushul fikih, memiliki keberanian, serta tidak mudah dipengaruhi kepentingan finansial.

Pada bagian akhir, ia mengingatkan pemerintah agar menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai prioritas utama dalam menghadapi berbagai persoalan.

Sumber berita:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button