invisible hit counter
Nasional

Gus Muwafiq: Karya Rhoma Irama Menghidupi Masyarakat Kecil

WARTA BATAVIA – Gus Muwafiq mengungkap peran karya Rhoma Irama dalam menggerakkan ekonomi informal, menyampaikan pesan sosial dan agama, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gus Muwafiq: Karya Rhoma Irama Menghidupi Masyarakat Kecil dan Menjadi Sarana Dakwah

Gus Muwafiq menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan karya dan pengaruh sosial Rhoma Irama ketika menghadiri acara peringatan ulang tahun ke-80 sang musisi. Dalam wawancara yang diunggah kanal STARPRO Indonesia pada 21 September 2026, Gus Muwafiq menyoroti kontribusi karya-karya Rhoma Irama terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kelompok pekerja informal.

Menurut Gus Muwafiq, karya musik Rhoma Irama tidak hanya berkaitan dengan hiburan. Ia menjelaskan bahwa lagu-lagu musisi yang akrab disapa Bang Haji tersebut turut memberikan penghasilan bagi pengamen, pedagang kaki lima, tukang parkir, penjual balon, hingga pedagang mainan yang beraktivitas di sekitar keramaian.

Gus Muwafiq juga menghubungkan perjalanan karya Rhoma Irama dengan persoalan sosial, politik, dan agama. Ia menilai lagu-lagu tersebut telah menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengekspresikan berbagai pengalaman hidup, mulai dari kebahagiaan, kehilangan, kekecewaan, hingga persoalan keluarga.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Muwafiq menyampaikan doa agar Rhoma Irama senantiasa diberikan umur yang barokah dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menyinggung peran Fahmi Tamami dalam mengurus takmir masjid dan musala serta pentingnya menjaga fungsi rumah ibadah.

Gus Muwafiq Hadiri Peringatan Ulang Tahun Rhoma Irama

Gus Muwafiq membuka keterangannya dengan menyampaikan salam dan rasa syukur karena dapat menghadiri acara yang berkaitan dengan peringatan ulang tahun Rhoma Irama.

Ia mengungkapkan kebahagiaannya melihat Rhoma Irama dapat mencapai usia 80 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari kehidupan seorang seniman yang selama bertahun-tahun menghasilkan karya dan memiliki dedikasi terhadap bidang musik.

Gus Muwafiq menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk penghormatan kepada Rhoma Irama. Ia menyebut tidak semua orang memperoleh kesempatan untuk menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang dalam jangka waktu panjang.

Dalam wawancara tersebut, ia menyampaikan:

“Saya sangat menyambut dengan bahagia beliau bisa sampai berulang tahun yang ke-80, sebuah prestasi yang luar biasa.”

Gus Muwafiq kemudian mengaitkan pencapaian usia tersebut dengan perjalanan karya Rhoma Irama yang menurutnya telah memberikan manfaat bagi berbagai lapisan masyarakat.

Ia mengatakan, manfaat karya tersebut terkadang tidak diketahui secara langsung oleh penciptanya. Ada orang-orang yang memperoleh penghasilan dari lagu-lagu Rhoma Irama, tetapi keberadaan dan kehidupan mereka mungkin tidak pernah diketahui oleh sang musisi.

Karena itu, Gus Muwafiq memandang kehadirannya dalam acara tersebut sebagai kesempatan untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengungkapkan penghargaan terhadap manfaat yang dihasilkan dari karya-karya Rhoma Irama.

Karya Rhoma Irama dan Perhatian terhadap Persoalan Sosial

Gus Muwafiq menyebut Rhoma Irama sebagai sosok yang menghasilkan banyak karya dengan tema yang bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.

Menurut penjelasannya, sejumlah lagu Rhoma Irama mengangkat persoalan sosial, politik, dan agama. Tema-tema tersebut membuat karya musiknya dapat berhubungan dengan pengalaman yang dijumpai masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Gus Muwafiq menjelaskan bahwa persoalan manusia memiliki beragam bentuk. Ada orang yang menghadapi kesulitan ekonomi, persoalan keluarga, kehilangan orang yang dicintai, kekecewaan, hingga permasalahan sosial lainnya.

Dalam pandangannya, berbagai pengalaman tersebut dapat ditemukan dalam tema lagu Rhoma Irama.

Ia mencontohkan lagu-lagu yang berkaitan dengan kehilangan, kemandulan, kehidupan gelandangan, anak yatim piatu, hingga persoalan cinta. Menurutnya, keberadaan berbagai tema itu membuat pendengar dapat menemukan gambaran pengalaman mereka sendiri dalam lagu-lagu tersebut.

Gus Muwafiq juga menyebut lagu yang berkaitan dengan narkoba, penjara, fitnah, dan kehidupan perempuan di desa sebagai contoh persoalan yang pernah diangkat dalam karya Rhoma Irama.

Ia menjelaskan bahwa lagu-lagu tersebut menjadi semacam narasi mengenai kehidupan manusia. Hal-hal yang terkadang sulit disampaikan seseorang melalui percakapan sehari-hari dapat direpresentasikan melalui musik.

Menurut Gus Muwafiq, kemampuan menghadirkan beragam tema kehidupan merupakan salah satu hal yang membuat karya Rhoma Irama terus dikenal dan didengarkan masyarakat.

Gus Muwafiq Karya Rhoma Irama Menghidupi Masyarakat Kecil dan Menjadi Sarana Dakwah

Rhoma Irama Memberikan Penghasilan bagi Pekerja Informal

Salah satu bagian utama dalam penjelasan Gus Muwafiq adalah kontribusi tidak langsung karya Rhoma Irama terhadap aktivitas ekonomi masyarakat kecil.

Ia menyebut banyak orang dapat memperoleh penghasilan ketika lagu-lagu Rhoma Irama diperdengarkan dalam berbagai kegiatan. Kelompok yang disebutkan antara lain pengamen, pedagang kaki lima, penjual nasi, penjual balon, penjual mainan, dan tukang parkir.

Menurut Gus Muwafiq, kegiatan tersebut menunjukkan adanya perputaran ekonomi yang berlangsung di sekitar pertunjukan musik dan keramaian masyarakat.

Ia mencontohkan pedagang yang dapat berjualan ketika konser berlangsung. Ada pula pekerja informal yang mendapatkan penghasilan dari aktivitas masyarakat yang berkumpul untuk menikmati pertunjukan.

Gus Muwafiq mengatakan:

“Yang jual nasi hidup, yang jual balon hidup, yang jual mainan hidup di kampung-kampung.”

Ia juga menyebut tukang parkir sebagai salah satu kelompok yang memperoleh penghasilan dari kegiatan tersebut.

Perputaran ekonomi di sekitar konser

Dalam keterangannya, Gus Muwafiq menggambarkan konser sebagai kegiatan yang tidak hanya melibatkan musisi dan penonton. Di sekitar kegiatan itu terdapat pula masyarakat yang memanfaatkan keramaian untuk menjalankan usaha.

Pedagang makanan, penjual barang kecil, dan pekerja jasa dapat menawarkan produk atau layanan kepada pengunjung.

Gus Muwafiq kemudian menghubungkan keadaan tersebut dengan keberadaan sektor informal. Menurutnya, kegiatan ekonomi semacam ini berlangsung pada tingkat masyarakat yang tidak selalu terjangkau oleh program atau mekanisme sektor formal.

Ia mempertanyakan besarnya biaya yang diperlukan apabila negara hendak menggerakkan kegiatan ekonomi serupa melalui program formal. Sebaliknya, dalam contoh yang disampaikannya, sebuah pertunjukan musik dapat menghadirkan keramaian yang kemudian dimanfaatkan oleh berbagai pelaku usaha kecil.

Pernyataan tersebut merupakan penjelasan Gus Muwafiq mengenai manfaat ekonomi yang ia amati dari kegiatan pertunjukan musik Rhoma Irama.

Penghasilan untuk kebutuhan keluarga

Gus Muwafiq juga mengaitkan pendapatan yang diperoleh masyarakat dari kegiatan tersebut dengan kebutuhan rumah tangga.

Ia menyebut penghasilan dari aktivitas mengamen atau berdagang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membayar listrik, membiayai pendidikan anak, hingga mendukung anak yang belajar di pondok pesantren.

Dalam wawancara itu, ia mengatakan ada orang yang dapat membawa pulang penghasilan untuk membantu anaknya yang sakit maupun memenuhi kebutuhan anggota keluarga lainnya.

Menurut Gus Muwafiq, manfaat semacam ini merupakan bagian dari dampak sosial yang perlu diperhatikan ketika membicarakan perjalanan seorang seniman dan karya-karyanya.

Ia menegaskan bahwa manfaat tersebut tidak hanya berkaitan dengan nilai hiburan, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada kegiatan ekonomi informal.

Pengamen di Terminal Masih Membawakan Lagu Rhoma Irama

Gus Muwafiq memberikan contoh lain mengenai keberadaan lagu Rhoma Irama di tengah masyarakat, yakni aktivitas mengamen di terminal.

Ia mengatakan lagu-lagu Bang Haji masih dinyanyikan oleh pengamen, termasuk ibu-ibu dan anak-anak laki-laki yang mengamen dengan peralatan sederhana.

Menurut keterangannya, sebagian pengamen bahkan hanya menggunakan alat sederhana untuk menghasilkan bunyi pengiring ketika membawakan lagu.

Contoh tersebut digunakan Gus Muwafiq untuk menggambarkan bagaimana karya musik Rhoma Irama dapat digunakan oleh masyarakat yang tidak memiliki sarana pertunjukan besar.

Dalam penjelasannya, lagu-lagu itu menjadi bagian dari aktivitas mencari penghasilan. Dengan membawakan lagu yang dikenal pendengar, pengamen dapat menjadikannya sebagai sarana untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Gus Muwafiq juga menyinggung keberadaan pemutaran film-film lama Rhoma Irama di sejumlah kampung. Ia menyebut film dari masa muda sang musisi masih diputar di beberapa tempat.

Menurutnya, keadaan tersebut menunjukkan bahwa karya Rhoma Irama tidak hanya beredar melalui pertunjukan langsung, tetapi juga melalui rekaman musik dan film yang terus dimanfaatkan oleh masyarakat.

Ia kemudian menghubungkan hal itu dengan keberlangsungan ekonomi informal yang tumbuh di sekitar aktivitas hiburan masyarakat.

Gus Muwafiq Mengaitkan Karya Rhoma Irama dengan Nilai Dakwah

Gus Muwafiq Mengaitkan Karya Rhoma Irama dengan Nilai Dakwah

Selain membicarakan manfaat ekonomi, Gus Muwafiq menyoroti nilai dakwah yang menurutnya terdapat dalam karya Rhoma Irama.

Ia menjelaskan bahwa pesan dakwah tidak selalu hadir dalam bentuk ceramah. Dalam konteks yang dibicarakannya, lagu dapat menjadi sarana menyampaikan pesan sekaligus memberikan hiburan kepada pendengarnya.

Gus Muwafiq menyebut karya Rhoma Irama memiliki tema yang berkaitan dengan kehidupan beragama. Ia juga menyinggung lagu mengenai siksa kubur dan lagu yang mengangkat pesan tentang Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam wawancara tersebut, ia menyampaikan bahwa karya musik dapat membantu orang yang sedang menghadapi persoalan hidup, sekaligus menghadirkan pesan keagamaan kepada pendengarnya.

Gus Muwafiq mengatakan:

“Ada dakwah, ada menanggung orang lapar dengan lagu-lagu beliau.”

Pernyataan itu menghubungkan dua hal yang menjadi perhatian Gus Muwafiq, yakni pesan keagamaan dan manfaat sosial yang dirasakan masyarakat.

Menurut penjelasannya, ketika seseorang memperoleh penghasilan dari mengamen atau kegiatan ekonomi lain yang berkaitan dengan lagu-lagu Rhoma Irama, karya tersebut juga berperan dalam mendukung kebutuhan hidup orang tersebut.

Dengan demikian, Gus Muwafiq memandang manfaat karya musik dalam dua ranah: pesan yang disampaikan melalui lagu dan penghasilan yang dapat diperoleh masyarakat dari aktivitas yang berkaitan dengan lagu tersebut.

Lagu Rhoma Irama Merepresentasikan Beragam Pengalaman Manusia

Gus Muwafiq menjelaskan bahwa salah satu hal yang membuat Rhoma Irama memiliki banyak penggemar adalah keberagaman tema dalam karya-karyanya.

Ia menyebut hampir setiap persoalan kehidupan manusia dapat ditemukan dalam lagu-lagu sang musisi.

Dalam keterangannya, Gus Muwafiq mencontohkan sejumlah tema yang berkaitan dengan pengalaman pribadi dan sosial.

Lagu tentang kehilangan dan persoalan keluarga

Gus Muwafiq menyebut lagu bertema kehilangan sebagai salah satu contoh karya yang berhubungan dengan pengalaman manusia ketika ditinggalkan orang yang dicintai.

Ia juga menyinggung persoalan hubungan asmara, termasuk pengalaman ketika seseorang kehilangan kekasih atau menghadapi hubungan yang bermasalah.

Menurutnya, lagu-lagu semacam itu dapat menjadi representasi perasaan pendengarnya.

Lagu tentang kekecewaan dan kesulitan hidup

Gus Muwafiq turut menyebut lagu yang menggambarkan kekecewaan, kesedihan, dan keadaan ketika seseorang menghadapi persoalan berat.

Ia memberikan contoh lagu yang berkaitan dengan kehidupan gelandangan dan pengalaman seseorang yang merasa putus asa.

Dalam pandangannya, tema-tema tersebut memperlihatkan bahwa karya Rhoma Irama tidak terbatas pada cerita kebahagiaan, tetapi juga mengangkat pengalaman sulit yang dialami sebagian masyarakat.

Lagu tentang profesi dan kehidupan sosial

Gus Muwafiq juga menyinggung lagu yang berkaitan dengan berbagai profesi. Ia menyebut wartawan sebagai salah satu contoh pekerjaan yang memiliki kaitan dengan tema lagu Rhoma Irama.

Selain itu, ia menyebut lagu mengenai anak yatim piatu dan persoalan kehidupan lainnya.

Menurut Gus Muwafiq, beragam tema tersebut memungkinkan pendengar dari latar belakang berbeda menemukan hubungan antara pengalaman mereka dan cerita yang disampaikan melalui musik.

Ia menggambarkan karya-karya itu sebagai narasi yang membantu merepresentasikan persoalan manusia, termasuk pengalaman yang tidak mudah diungkapkan secara langsung.

Rhoma Irama dan Julukan Kesatria Bergitar

Dalam wawancara STARPRO Indonesia, Gus Muwafiq juga berbicara mengenai karakter dan perjalanan hidup Rhoma Irama.

Ia menekankan pentingnya watak kesatria yang menurutnya perlu dipertahankan seseorang sejak muda hingga memasuki usia tua.

Gus Muwafiq mengatakan:

“Tongkat terkuat dari orang tua itu adalah watak kesatria di saat muda dan manfaat hidupnya.”

Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia membicarakan Rhoma Irama yang tetap terlihat gagah pada usia lanjut.

Gus Muwafiq kemudian menghubungkan watak kesatria dengan manfaat yang dapat diberikan seseorang sepanjang hidupnya.

Ia menyebut Rhoma Irama sebagai sosok yang dahulu dikenal dengan julukan kesatria bergitar. Menurutnya, manfaat karya sang musisi masih dapat dirasakan hingga saat wawancara berlangsung.

Dalam bagian lain, Gus Muwafiq juga menyebut ada kiai yang menyanyikan lagu-lagu Bang Haji ketika bepergian. Ia menggunakan contoh tersebut untuk menggambarkan bahwa karya Rhoma Irama dikenal dan dinikmati oleh kalangan yang beragam.

Ia juga menyinggung kemungkinan pemberian gelar kehormatan di Inggris dalam percakapan tersebut. Namun, wawancara yang menjadi dasar artikel ini tidak memuat penjelasan rinci mengenai nama gelar, waktu pemberian, maupun lembaga yang memberikannya.

Karena itu, bagian tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya gelar tertentu tanpa verifikasi tambahan.

Gus Muwafiq Singgung Peran Fahmi Tamami dalam Mengurus Masjid dan Musala

Gus Muwafiq Singgung Peran Fahmi Tamami dalam Mengurus Masjid dan Musala

Selain membahas Rhoma Irama, Gus Muwafiq turut menyinggung Fahmi Tamami yang menurut keterangannya mengurus takmir masjid dan musala.

Ia menyebut pekerjaan tersebut sebagai kegiatan yang mulia karena berkaitan dengan upaya mengantarkan umat untuk menghadap kepada Allah dengan husnul khatimah.

Dalam wawancara itu, Gus Muwafiq menggunakan perumpamaan masjid sebagai penjaga sinyal. Ia menjelaskan bahwa masjid dan musala memiliki fungsi penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar masjid tidak digunakan untuk menyampaikan sumpah serapah. Menurutnya, rumah ibadah perlu dijaga agar fungsi dan suasananya tetap mendukung kegiatan keagamaan.

Gus Muwafiq kemudian menyinggung adanya persoalan di antara sejumlah organisasi yang ia gambarkan seperti persoalan antarpemancar.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pembicaraan mengenai pentingnya menjaga hubungan dan fungsi organisasi yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan.

Doa Gus Muwafiq untuk Rhoma Irama

Menjelang akhir wawancara, Gus Muwafiq menyampaikan doa untuk Rhoma Irama.

Ia berharap musisi tersebut senantiasa memperoleh umur yang barokah dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Doa itu sekaligus menegaskan kembali tema utama keterangannya, yakni perjalanan karya yang tidak hanya dinilai dari keberadaannya sebagai hiburan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan orang lain.

Gus Muwafiq menyebut Rhoma Irama sebagai sosok yang melengkapi kehidupan Indonesia melalui karya-karyanya, dengan tetap mengakui bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan.

Dalam bagian penutup, ia mengatakan bahwa Bang Haji tetap menjadi ikon pahlawan Indonesia pada masa sekarang.

Pernyataan tersebut merupakan ungkapan Gus Muwafiq dalam wawancara ketika menjelaskan penghargaan dan harapannya terhadap Rhoma Irama.

Kesimpulan

Dalam wawancara di kanal STARPRO Indonesia pada 21 September 2026, Gus Muwafiq menguraikan sejumlah aspek yang menurutnya berkaitan dengan perjalanan karya Rhoma Irama.

Ia menyoroti manfaat ekonomi yang dapat diperoleh pengamen, pedagang kecil, tukang parkir, dan pekerja informal lainnya dari kegiatan yang berkaitan dengan lagu maupun pertunjukan musik.

Gus Muwafiq juga membahas tema sosial, politik, dan agama dalam karya Rhoma Irama, serta menyebut musik sebagai sarana yang dapat merepresentasikan pengalaman manusia dan menyampaikan pesan dakwah.

Selain itu, ia menyampaikan penghargaan terhadap perjalanan hidup Rhoma Irama, menyinggung pentingnya watak kesatria, serta mendoakan agar sang musisi tetap memperoleh umur yang barokah dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Seluruh pandangan tersebut disampaikan Gus Muwafiq dalam wawancara yang menjadi sumber utama pemberitaan ini.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa yang disampaikan Gus Muwafiq tentang Rhoma Irama?

Gus Muwafiq membahas manfaat karya Rhoma Irama bagi masyarakat, termasuk kontribusi terhadap penghasilan pekerja informal, tema sosial dan keagamaan dalam lagu, serta perjalanan hidup sang musisi.

2. Kapan wawancara Gus Muwafiq tersebut diunggah?

Wawancara yang menjadi dasar artikel ini diunggah di kanal STARPRO Indonesia pada 21 September 2026.

3. Bagaimana karya Rhoma Irama dikaitkan dengan ekonomi masyarakat kecil?

Menurut Gus Muwafiq, lagu dan pertunjukan Rhoma Irama dapat menghadirkan aktivitas ekonomi yang dimanfaatkan pengamen, pedagang makanan, penjual balon, penjual mainan, dan tukang parkir.

4. Apa hubungan karya Rhoma Irama dengan dakwah menurut Gus Muwafiq?

Gus Muwafiq menyebut lagu-lagu Rhoma Irama memiliki tema keagamaan dan dapat menjadi sarana penyampaian pesan dakwah, selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

5. Mengapa Gus Muwafiq menyinggung watak kesatria?

Ia menghubungkan watak kesatria sejak muda dengan kehidupan seseorang ketika memasuki usia tua. Menurutnya, watak tersebut dan manfaat hidup menjadi hal penting dalam perjalanan seseorang.

6. Apa doa Gus Muwafiq untuk Rhoma Irama?

Gus Muwafiq mendoakan agar Rhoma Irama memperoleh umur yang barokah dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

7. Apa yang disampaikan Gus Muwafiq mengenai Fahmi Tamami?

Ia menyinggung peran Fahmi Tamami dalam mengurus takmir masjid dan musala serta menyebut pekerjaan tersebut sebagai kegiatan mulia yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan.


Sumber: Wawancara Gus Muwafiq di kanal STARPRO Indonesia, 21 September 2026.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button