invisible hit counter
BERITANasional

Haul Solo Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi VS Ki Ageng Solo

Haul Solo dan Sejarah , Dr. Sugeng Sugiharto Soroti Sosok yang Dikenang dalam Haul Solo

WARTA BATAVIA – Dr. Sugeng Sugiharto membahas istilah Haul Solo dalam penjelasannya di kanal Sugeng Sugiharto pada 5 Oktober 2026. Dalam pemaparannya, ia menyoroti penggunaan nama Haul Solo yang dikaitkan dengan Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi.

Menurut Sugeng, pembahasan tersebut menarik jika dilihat dari sejarah Kota Solo serta tokoh-tokoh yang memiliki keterkaitan dengan kawasan tersebut. Ia kemudian menyebut Ki Ageng Solo dan Ki Gede Sala sebagai dua tokoh yang berkaitan dengan sejarah awal wilayah Solo.

Sugeng juga membahas asal-usul nama Al-Habsyi yang menurut penjelasannya berkaitan dengan Habasyah atau Ethiopia. Ia menyebut makam Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi berada di Seiwun, Hadramaut, Yaman.

Siapa Ki Ageng Solo?

Dalam penjelasannya, Dr. Sugeng Sugiharto menyebut Ki Ageng Solo sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Jawa dan memiliki hubungan dengan garis keturunan penguasa Mataram.

Ia menjelaskan bahwa Ki Ageng Solo berkaitan dengan Ki Ageng Enis, yang kemudian memiliki putra bernama Ki Ageng Pemanahan. Dari garis Ki Ageng Pemanahan kemudian dikenal Panembahan Senopati.

Menurut Sugeng, hubungan tersebut membuat Ki Ageng Solo memiliki posisi penting dalam sejarah genealogis keluarga Mataram.

Ia juga mengaitkan nama Ki Ageng Pemanahan dengan wilayah Manahan di Solo. Manahan disebut sebagai tempat yang berkaitan dengan kehidupan Ki Ageng Pemanahan ketika dewasa.

Ki Ageng Solo dan Desa Laweyan

Sugeng menjelaskan bahwa Ki Ageng Solo dikaitkan dengan pembukaan wilayah Laweyan. Dalam pemaparannya, tokoh tersebut disebut turut menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat yang pada masa itu mayoritas masih memeluk agama Hindu.

Selain penyebaran agama, Sugeng menyebut Ki Ageng Solo juga dikaitkan dengan pengajaran keterampilan membatik kepada masyarakat.

Karena itu, menurut penjelasan Sugeng, tradisi membatik yang berkembang di kawasan Solo dapat dikaitkan dengan warisan masyarakat dari masa tersebut.

Perbedaan Ki Ageng Solo dan Ki Gede Sala

Perbedaan Ki Ageng Solo dan Ki Gede Sala

Dr. Sugeng Sugiharto juga membedakan antara Ki Ageng Solo dan Ki Gede Sala.

Menurut dia, penyebutan Ki Ageng dan Ki Gede memiliki konteks yang berbeda. Ki Ageng Solo dikaitkan dengan Ki Ageng Enis dan garis keluarga yang berhubungan dengan Mataram. Sementara Ki Gede Sala disebut sebagai tokoh yang berkedudukan sebagai lurah Desa Sala.

Sugeng menjelaskan bahwa ketika Pakubuwono II mendirikan Keraton Surakarta, tanah milik Ki Gede Sala kemudian dibeli untuk kepentingan pembangunan keraton.

Nama Sala selanjutnya menjadi salah satu unsur yang berkaitan dengan penyebutan Kota Solo.

Makam Ki Ageng Solo dan Ki Gede Sala

Dalam pemaparannya, Sugeng juga menyebut keberadaan makam kedua tokoh tersebut.

Makam yang dikaitkan dengan Ki Ageng Solo disebut berada di kawasan Laweyan, Solo. Sementara makam Ki Gede Sala disebut berada di dalam kompleks Keraton Surakarta.

Hal tersebut menjadi bagian dari penjelasan Sugeng mengenai hubungan kedua tokoh dengan sejarah wilayah Solo.

Kritik Sugeng terhadap Penyebutan Haul Solo

Dalam pembahasan tersebut, Sugeng mempertanyakan penggunaan istilah Haul Solo apabila kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk memperingati Ki Ageng Solo ataupun Ki Gede Sala.

Ia menyebut bahwa tokoh yang dihauli adalah Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi. Sugeng kemudian menyoroti fakta bahwa makam Habib Ali Al-Habsyi berada di Hadramaut, Yaman.

Menurut Sugeng, terdapat perbedaan latar sejarah antara tokoh yang berkaitan dengan Solo dan tokoh yang makamnya berada di Hadramaut tersebut.

Pembahasan itu disampaikan Sugeng sebagai bagian dari penjelasannya mengenai sejarah Solo, tokoh-tokoh yang berkaitan dengan wilayah tersebut, serta penggunaan istilah Haul Solo.

Sejarah Solo dan Tokoh yang Berkaitan dengan Mataram

Sejarah Solo dan Tokoh yang Berkaitan dengan Mataram

Penjelasan Dr. Sugeng Sugiharto menempatkan Ki Ageng Solo dan Ki Gede Sala dalam konteks sejarah yang berbeda.

Ki Ageng Solo dikaitkan dengan lingkungan bangsawan dan sejarah Mataram, sedangkan Ki Gede Sala dikaitkan dengan pemerintahan lokal di Desa Sala sebelum berdirinya Keraton Surakarta.

Keduanya memiliki keterkaitan dengan sejarah wilayah yang kemudian berkembang menjadi Kota Surakarta atau Solo.

Sugeng juga menekankan pentingnya membedakan gelar dan latar belakang kedua tokoh tersebut ketika membahas sejarah Solo.

Kesimpulan

Dalam pemaparannya pada 5 Oktober 2026, Dr. Sugeng Sugiharto membahas Haul Solo dengan menyoroti sejarah Ki Ageng Solo, Ki Gede Sala, Ki Ageng Enis, Ki Ageng Pemanahan, serta hubungan mereka dengan perkembangan wilayah Solo dan sejarah Mataram.

Ia mempertanyakan penyebutan Haul Solo untuk peringatan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, sementara Ki Ageng Solo dan Ki Gede Sala merupakan tokoh yang menurut penjelasannya memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah kawasan Solo.

Haul Solo dan Sejarah , Dr. Sugeng Sugiharto Soroti Sosok yang Dikenang dalam Haul Solo

 

FAQ

Siapa Ki Ageng Solo?

Ki Ageng Solo dalam penjelasan Dr. Sugeng Sugiharto dikaitkan dengan Ki Ageng Enis dan garis keturunan Mataram. Ia juga disebut memiliki keterkaitan dengan pembukaan wilayah Laweyan dan penyebaran Islam di kawasan tersebut.

Siapa Ki Gede Sala?

Ki Gede Sala disebut sebagai lurah Desa Sala. Tanah yang dikaitkan dengannya kemudian dibeli pada masa Pakubuwono II untuk pembangunan Keraton Surakarta.

Di mana makam Ki Ageng Solo?

Dalam penjelasan Sugeng, makam yang dikaitkan dengan Ki Ageng Solo berada di kawasan Laweyan, Solo.

Di mana makam Ki Gede Sala?

Sugeng menyebut makam Ki Gede Sala berada di dalam kompleks Keraton Surakarta.

Siapa Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi?

Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi merupakan tokoh yang disebut Sugeng sebagai sosok yang diperingati dalam Haul Solo yang dibahasnya. Sugeng menyebut makamnya berada di Seiwun, Hadramaut, Yaman.

Sumber: Haul Solo, Haul yang ga ada hubungannya blas dengan Ki Ageng Solo dan Ki Gede Sala

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button