invisible hit counter
Nasional

Geger Grobogan Viral, Gus Jibril PWI-LS Mojokerto Jelaskan Alasan Penolakan terhadap Tokoh Ba’alawi

WARTA BATAVIA – Gus Jibril dari PWI-LS Mojokerto memberikan penjelasan mengenai polemik “Geger Grobogan” yang viral. Ia menyampaikan pandangannya mengenai pemberitaan media, penolakan terhadap tokoh Ba’alawi, serta isu nasab dan sejarah.

Geger Grobogan Viral, Gus Jibril Sampaikan Klarifikasi Versi PWI-LS Mojokerto

Viralnya peristiwa yang dikenal sebagai “Geger Grobogan” memunculkan beragam pemberitaan di media dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Gus Jibril yang memperkenalkan diri sebagai pejuang PWI-LS Mojokerto menyampaikan penjelasannya melalui sebuah video.

Dalam keterangannya, Gus Jibril menilai bahwa pemberitaan yang beredar mengenai dugaan pembubaran kegiatan selawatan dan pengajian belum sepenuhnya menghadirkan penjelasan dari seluruh pihak.

Menilai Pemberitaan Belum Berimbang

Pada awal penjelasannya, Gus Jibril menyatakan bahwa berita yang viral mengenai organisasi kemasyarakatan yang disebut membubarkan selawatan dan pengajian dinilainya tidak disajikan secara seimbang.

Menurutnya, masyarakat belum memperoleh klarifikasi yang sama dari kedua belah pihak sehingga pemberitaan tersebut dinilai belum memberikan gambaran secara utuh mengenai peristiwa yang terjadi.

Selain itu, ia juga menyampaikan pandangannya mengenai keberadaan sejumlah media yang menurutnya memiliki kepentingan tertentu. Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi narasumber dalam video yang disampaikan.

Geger Grobogan Viral, Gus Jibril PWI LS Mojokerto Jelaskan Alasan Penolakan terhadap Tokoh Ba'alawi

Menyebut yang Ditolak Bukan Pengajian, Melainkan Tokoh Ba’alawi

Gus Jibril mengatakan bahwa menurut pemahamannya, substansi yang terjadi dalam polemik tersebut bukanlah penolakan terhadap kegiatan pengajian maupun selawatan.

Ia menyebut bahwa pihak yang menjadi objek penolakan adalah tokoh-tokoh yang disebutnya berasal dari kelompok Ba’alawi.

Menurut Gus Jibril, viralnya peristiwa tersebut justru membuat masyarakat mencari informasi lebih lanjut mengenai alasan di balik penolakan tersebut.

Klaim Mengenai Nasab dan Kajian Ilmiah

Dalam penjelasannya, Gus Jibril menyampaikan sejumlah klaim mengenai persoalan nasab.

Ia mengatakan bahwa dasar pandangannya mengacu pada berbagai bidang yang disebutnya meliputi ilmu nasab, kitab nasab, filologi, arkeologi, genetika, serta hasil pertemuan yang menurutnya dilakukan oleh Naqabatul Asyraf di Irak pada tahun 2017.

Ia juga menyebut kitab Suyuful Mujriyah sebagai salah satu rujukan yang menurutnya menjadi dasar kesimpulan bahwa kelompok yang disebutnya sebagai Ba’alawi bukan merupakan keturunan Rasulullah.

Pernyataan tersebut disampaikan sepenuhnya sebagai pendapat narasumber dalam video dan bukan merupakan kesimpulan yang telah diverifikasi secara independen.

Menyoroti Sejumlah Kitab yang Disebut Bermuatan Khurafat

Selain persoalan nasab, Gus Jibril juga menyinggung isi sejumlah kitab yang menurutnya mengandung ajaran yang ia nilai sebagai khurafat.

Ia menyebut beberapa contoh narasi yang menurutnya terdapat dalam kitab-kitab tersebut, antara lain mengenai kemampuan luar biasa yang dikaitkan dengan tokoh tertentu, termasuk klaim mengenai perjalanan mikraj berkali-kali dalam satu malam, kemampuan memadamkan api neraka, menurunkan rantai emas, serta berbagai kisah lain yang menurutnya tidak dapat diterima.

Dalam penjelasannya, ia juga mengutip narasi yang menurutnya menyebut pihak di luar kelompok tertentu sebagai “bahaim” atau hewan berkaki empat.

Menurut Gus Jibril, narasi seperti itu dinilainya sebagai bentuk penghinaan terhadap para ulama dan kiai yang tidak berasal dari kelompok yang dimaksud.

Menyinggung Klaim Sejarah Bangsa Indonesia

Gus Jibril juga menyoroti sejumlah narasi sejarah yang menurutnya telah mengalami perubahan.

Ia menyebut adanya klaim yang mengaitkan sejumlah tokoh maupun simbol nasional dengan kelompok tertentu, termasuk mengenai Pangeran Diponegoro, bendera Merah Putih, lagu kebangsaan, hingga sejarah Nahdlatul Ulama.

Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa terdapat buku mengenai sejarah NU yang menurutnya pernah ditarik dari peredaran. Namun, dalam video tersebut tidak disampaikan rincian lebih lanjut mengenai proses maupun alasan penarikan buku yang dimaksud.

Menyampaikan Analogi Mengenai Palestina

Pada bagian akhir penjelasannya, Gus Jibril menyampaikan analogi mengenai sejarah Palestina.

Ia mengemukakan pandangannya mengenai perubahan narasi sejarah yang menurutnya pernah terjadi di wilayah tersebut. Berdasarkan pandangannya, perubahan sejarah dapat berdampak terhadap munculnya klaim atas suatu wilayah.

Ia kemudian mengajak masyarakat agar mewaspadai kemungkinan terjadinya perubahan narasi sejarah di Indonesia.

Geger Grobogan Viral, Gus Jibril PWI LS Mojokerto Jelaskan Alasan Penolakan terhadap Tokoh Ba'alawi

Menurutnya, Viralnya Peristiwa Membuat Publik Memahami Konteks

Menutup keterangannya, Gus Jibril mengatakan bahwa viralnya peristiwa “Geger Grobogan” menurutnya telah membuat lebih banyak masyarakat memahami konteks perjuangan organisasi yang ia sebutkan.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah ikut memviralkan peristiwa tersebut karena dinilai membuka ruang bagi masyarakat untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai substansi yang dipersoalkan.

Kesimpulan

Pernyataan Gus Jibril mengenai “Geger Grobogan” memuat sejumlah pandangan terkait pemberitaan media, alasan penolakan terhadap tokoh yang disebut berasal dari kelompok Ba’alawi, persoalan nasab, isi kitab, hingga pandangannya mengenai sejarah.

Seluruh isi artikel ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan Gus Jibril dalam video yang menjadi sumber informasi. Klaim-klaim yang disampaikan narasumber merupakan pernyataannya dalam video yang menjadi sumber berita ini.

FAQ SEO

Apa yang dimaksud Geger Grobogan?
Geger Grobogan adalah istilah yang digunakan dalam pemberitaan viral terkait polemik yang melibatkan dugaan pembubaran kegiatan keagamaan serta penolakan terhadap tokoh tertentu di Grobogan.

Siapa Gus Jibril?
Dalam video yang menjadi sumber artikel ini, Gus Jibril memperkenalkan dirinya sebagai pejuang PWI-LS Mojokerto.

Apa inti penjelasan Gus Jibril?
Menurut keterangannya, polemik tersebut bukan mengenai penolakan terhadap pengajian atau selawatan, melainkan penolakan terhadap tokoh yang disebutnya berasal dari kelompok Ba’alawi berdasarkan alasan yang ia paparkan.

Apakah klaim yang disampaikan telah terverifikasi?
Artikel ini hanya merangkum pernyataan narasumber. Klaim-klaim yang disampaikan merupakan pendapat narasumber.

Sumber berita:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button