invisible hit counter
Nasional

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani Sebut Tes DNA Membenarkan Nasab Ba Alwi Mustahil Bersambung ke Nasab Rasulullah Saw

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani: Tes DNA Membuktikan Nasab Ba Alwi Bertentangan dengan Kebenaran Ilmiah

WARTA BATAVIA – Jakarta, 30 Juli 2026 – KH Imaduddin Utsman Al-Bantani menyampaikan penjelasan mengenai hasil tes DNA yang menunjukkan ketidaksesuaian nasab sebagian kelompok dengan garis keturunan Nabi Muhammad SAW. Penjelasan tersebut disampaikan pada 30 Juli 2026.

Tes DNA sebagai Bukti Qath’i

Menurut KH Imaduddin Utsman Al-Bantani, hasil tes DNA bersifat qath’i atau definitif. Ia membandingkan prosesnya dengan pemeriksaan golongan darah. Sampel diambil kemudian dimasukkan ke mesin, dan hasilnya langsung terbaca.

Sampel DNA dapat diambil dari rambut, darah, atau ludah. Metode pengambilan melalui ludah dinilai tidak menyakitkan. Hasil tes mampu menelusuri garis leluhur hingga puluhan generasi. Contoh yang disebutkan adalah penelusuran leluhur hingga generasi ke-50 di Jawa Tengah, generasi ke-51 hingga ke-60 di Pakistan, dan generasi ke-61 di Mesir.

Haplogroup dan Garis Keturunan Nabi Ibrahim

KH Imaduddin menjelaskan bahwa haplogroup berawal dari Nabi Adam AS. Seiring waktu terjadi mutasi genetik yang menghasilkan cabang-cabang seperti B, C, D, dan seterusnya. Keturunan Nabi Nuh AS mengalami mutasi dari IJK menjadi J1. Haplogroup J1 kemudian tetap stabil pada garis keturunan Nabi Ibrahim AS hingga saat ini.

Semua keturunan laki-laki Nabi Ibrahim AS, termasuk Nabi Muhammad SAW, memiliki haplogroup J1 yang sama. Dengan demikian, garis laki-laki keturunan Nabi Muhammad SAW hingga Nabi Ibrahim AS memiliki DNA yang identik pada haplogroup tersebut.

KH Imaduddin Utsman Al Bantani Hasil Tes DNA pada Keluarga Syarif dan Sayid

Hasil Tes DNA pada Keluarga Syarif dan Sayid

Berdasarkan penjelasan KH Imaduddin, ribuan marga syarif dan sayid di Timur Tengah dari berbagai klan telah diuji. Banyak di antara mereka dinyatakan lulus sebagai keluarga Nabi. Namun, beberapa keluarga tidak lulus, termasuk Ba Alwi.

Hasil tes menunjukkan bahwa haplogroup Ba Alwi adalah G, bukan J1. Haplogroup G dikaitkan dengan asal usul dari kawasan Kaukasus di Asia Tengah, bukan dari garis keturunan Arab atau Nabi Ibrahim AS. Kawasan tersebut disebutkan sebagai wilayah yang dalam sejarah dikaitkan dengan Yakjuj dan Makjuj.

Perbandingan dengan Kasus Yahudi Khazar

Sebelum isu nasab Ba Alwi mencuat, dunia ilmiah digegerkan oleh temuan mengenai Yahudi Khazar. Tes DNA yang dilakukan sekitar tahun 2010-an menunjukkan bahwa sebagian besar Yahudi Israel yang mengaku sebagai keturunan Nabi Ibrahim AS justru memiliki haplogroup G.

Mereka berasal dari kerajaan Khazaria di kawasan Kaukasus (wilayah yang kini mencakup Tajikistan, Turkmenistan, dan sekitarnya). Menurut penjelasan sejarah yang disampaikan, orang Khazar yang semula nomaden kemudian mendirikan kerajaan. Saat Bizantium berperang dengan Arab/Islam, mereka memilih masuk agama Yahudi Sephardi sebagai jalan tengah. Mereka tidak memilih Kristen karena khawatir diserang Islam, dan tidak memilih Islam karena khawatir diserang Bizantium.

Yahudi asli keturunan Nabi Ibrahim AS melalui Nabi Ya’qub AS (yang disebut Israel dengan 12 putra) adalah Yahudi Mizrahi atau Kan’aniah. Klaim Yahudi Khazar sebagai “anak ke-13” Nabi Ya’qub AS yang sebelumnya diterima secara husnuzhan kini terbantahkan oleh hasil tes DNA.

Pernyataan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

KH Imaduddin menyatakan bahwa dirinya tidak memahami ilmu DNA secara mendalam dan sebelumnya enggan berbicara tentang isu ini karena keterbatasan pengetahuan. Namun, saat ini ahli DNA dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyampaikan hasil penelusuran.

Menurut pernyataan yang dikutip, setelah diteliti melalui famili DNA dan situs-situs jasa tes DNA lainnya, para habib Ba Alwi dinyatakan mustahil merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW. Hasil tersebut diperoleh dari pengujian terhadap sekitar 180 orang.

Perbandingan dengan Penerimaan Ilmu Pengetahuan Lain

Dalam penjelasannya, KH Imaduddin juga menyinggung skeptisisme terhadap COVID-19 di masa lalu. Banyak pihak, termasuk sebagian aparat, semula meragukan keberadaan virus tersebut. Namun, fakta ilmiah kemudian diterima seiring banyaknya korban, termasuk di kalangan kiai.

Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan sebaiknya diserahkan kepada ahlinya. Hal yang sama berlaku pada tes DNA. Sebelum adanya pernyataan resmi dari ahli DNA BRIN, ia tidak berani membahas isu ini. Kini, setelah ahli yang digaji negara menyampaikan hasilnya, penjelasan tersebut dapat disampaikan.

FAQ Seputar Penjelasan KH Imaduddin Utsman Al-Bantani tentang Tes DNA dan Nasab Ba Alwi

Apa yang dimaksud haplogroup J1 menurut penjelasan KH Imaduddin?
Haplogroup J1 adalah kelompok genetik yang stabil pada garis keturunan laki-laki Nabi Ibrahim AS hingga Nabi Muhammad SAW. Semua keturunan laki-laki dalam garis tersebut memiliki haplogroup yang sama.

Mengapa haplogroup G dianggap tidak sesuai dengan nasab keturunan Nabi?
Menurut penjelasan tersebut, haplogroup G berasal dari kawasan Kaukasus di Asia Tengah, bukan dari garis keturunan Nabi Ibrahim AS yang memiliki haplogroup J1.

Berapa banyak marga yang dinyatakan lulus tes DNA sebagai keluarga Nabi?
Ribuan marga syarif dan sayid di Timur Tengah dinyatakan lulus. Beberapa keluarga, termasuk Ba Alwi, tidak lulus.

Kapan temuan tentang Yahudi Khazar terbongkar melalui tes DNA?
Temuan tersebut sudah diketahui di dunia ilmiah sekitar tahun 2010-an.

Apa pernyataan BRIN terkait nasab Ba Alwi?
Ahli DNA dari BRIN menyatakan bahwa setelah penelusuran melalui famili DNA dan situs jasa tes DNA, para habib Ba Alwi mustahil merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW. (Qodrat Arispati)

Sumber berita:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button