Roma Irama Ungkap Musik sebagai Media Dakwah, Serukan Forsa Terapkan 4B

Roma Irama Ungkap Musik sebagai Media Dakwah, Serukan Forsa Terapkan 4B
WARTA BATAVIA – Roma Irama menjelaskan pandangannya tentang musik sebagai media komunikasi dan dakwah. Dalam acara RepasTV, ia juga menyerukan Forsa menerapkan 4B.
Roma Irama Bicara rhomairamaMusik, Dakwah, dan Perjuangan
Penyanyi sekaligus tokoh musik dangdut Roma Irama menyampaikan pandangannya mengenai musik, dakwah, popularitas, serta peran penggemar dalam sebuah acara yang ditayangkan kanal RepasTV pada 19 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Roma Irama hadir setelah sejumlah narasumber menyampaikan pandangan mengenai perjalanan, perjuangan, musik, dakwah, serta loyalitas para penggemarnya.
Salah satu narasumber, Dr. Firdaus Turmuzi, yang disebut sebagai doktor filsafat dan ahli filsafat Islam, sebelumnya menjelaskan pandangannya mengenai perjuangan Roma Irama dari sisi dakwah.
Firdaus mengatakan dirinya hanya mengetahui sebagian kecil mengenai sepak terjang Roma Irama. Ia juga menyebut dirinya merasa bangga dapat menjadi murid Roma Irama dan memperoleh sejumlah keilmuan serta pandangan mengenai dakwah.
Menurut Firdaus, salah satu prinsip yang ditanamkan Roma Irama adalah menjadikan berbagai keadaan sebagai lahan dakwah. Ia mengaitkan pendekatan tersebut dengan prinsip berdakwah melalui hikmah dan nasihat yang baik.
“Apapun yang bisa kita lakukan ketika itu menjadi sebuah nilai dakwah, ini yang harus kita prioritaskan.”
Pernyataan tersebut disampaikan Firdaus ketika menjelaskan pandangannya mengenai cara Roma Irama melihat dakwah.
Musik Disebut Dapat Menjadi Media Dakwah
Dalam penjelasannya, Firdaus juga menghubungkan musik dengan kaidah dalam fikih mengenai hukum asal sesuatu.
Ia menjelaskan bahwa sesuatu pada dasarnya diperbolehkan sampai terdapat unsur yang menjadikannya terlarang. Menurut penjelasan yang disampaikan dalam acara tersebut, prinsip itu juga dikaitkan dengan musik.
Firdaus memberikan perbandingan dengan aktivitas lain seperti bermain atau menonton sepak bola. Menurutnya, aktivitas tersebut pada dasarnya diperbolehkan, tetapi dapat menjadi terlarang apabila mengandung unsur kemaksiatan seperti perjudian.
Hal serupa, kata dia, berlaku dalam konteks musik. Musik disebut dapat menjadi sesuatu yang diperbolehkan, sementara unsur yang mengarah kepada kemaksiatan menjadi persoalan yang berbeda.
Sebaliknya, ia menjelaskan musik juga dapat diarahkan kepada kemaslahatan, semangat, dan etos kerja.
Dalam konteks tersebut, Firdaus menyebut Roma Irama sebagai sosok yang menurutnya berusaha mengubah sesuatu yang dianggap tidak baik menjadi sesuatu yang memiliki nilai positif melalui pendekatan dakwah.
Penggemar Roma Irama Bicara tentang Loyalitas
Selain perspektif dakwah dan musik, acara tersebut juga menghadirkan narasumber yang berbicara dari sisi penggemar.
Zainal menceritakan pengalaman pribadinya sebagai penggemar Roma Irama. Ia mengatakan bahwa dirinya mulai menggemari Roma Irama secara alamiah, salah satunya melalui lagu-lagu yang sudah dikenal luas di masyarakat.
Ia menyebut lagu “Begadang” sebagai salah satu lagu yang sangat familiar baginya ketika mulai mengenal karya Roma Irama. Dari ketertarikannya terhadap lagu-lagu tersebut, Zainal mengaku pernah sangat ingin bertemu langsung dengan Roma Irama.
Keinginan tersebut kemudian terwujud. Zainal menceritakan pertemuan pertamanya dengan Roma Irama dalam sebuah acara pengajian.
Menurut penuturannya, pertemuan tersebut menjadi pengalaman emosional. Ia mengaku sangat terharu ketika akhirnya dapat bertemu dan bersalaman langsung dengan sosok yang selama ini dikaguminya.
Zainal kemudian menjelaskan bahwa loyalitas penggemar terhadap Roma Irama tidak selalu berangkat dari teori atau pertimbangan tertentu. Ia menggambarkannya sebagai sesuatu yang muncul dari hati.
“Kita selaku penggemar memang hatilah yang bicara tentang loyalitas dan kesetiaan kepada beliau.”
Pernyataan itu disampaikan Zainal menjelang Roma Irama memberikan sambutannya.
Roma Irama Singgung Jumlah Penggemar
Dalam sambutannya, Roma Irama terlebih dahulu menyampaikan rasa syukur dan menyapa para narasumber serta undangan yang hadir.
Ia kemudian menyinggung perkembangan Forsa. Dalam tayangan tersebut, Roma Irama menyebut Forbes sebagai majalah musik ASEAN dan mengatakan bahwa jumlah penggemarnya mencapai 25 juta. Pernyataan tersebut disampaikan Roma Irama dalam konteks rasa syukur sekaligus peringatan agar popularitas tidak menjadi sumber kebanggaan pribadi.
Roma Irama kemudian mengutip kisah Nabi Sulaiman mengenai anugerah sebagai ujian untuk melihat apakah seseorang bersyukur atau ingkar.
Pesan mengenai rasa syukur tersebut menjadi salah satu tema utama dalam sambutannya.
Ia juga menyapa sejumlah narasumber dan undangan yang hadir, termasuk Ali Akbar, Ramdansyah, Firdaus Turmuzi, Zainal, serta sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi yang disebutkan dalam acara tersebut.
Roma Irama Ceritakan Pengalaman di Amerika Serikat
Salah satu bagian utama sambutan Roma Irama adalah cerita mengenai pengalamannya ketika berada di Amerika Serikat.
Ia mengatakan pernah diundang Pittsburgh University untuk mengikuti sebuah konferensi internasional yang membahas Islam dan budaya populer di Indonesia serta Malaysia.
Menurut Roma Irama, dirinya diundang dalam forum tersebut karena penyelenggara ingin mengetahui apakah musik dapat digunakan secara efektif sebagai sarana dakwah.
Dalam forum tersebut, Roma Irama menyebut dirinya membuat sebuah paper berjudul “Islam is a medium for communication, information education, unity, even preach”. Ia menjelaskan bahwa dalam paper itu dirinya memasukkan pengalaman seorang guru bahasa Inggris di Surabaya.
Kesaksian Guru Bahasa Inggris di Surabaya
Roma Irama kemudian menceritakan pertemuannya dengan seorang guru bahasa Inggris dari Universitas Airlangga Surabaya.
Menurut cerita Roma Irama, pertemuan itu berlangsung ketika dirinya berada di Surabaya untuk kegiatan syuting film “Menggapai Matahari”.
Ia mengatakan, seorang pria berpakaian rapi datang menghampirinya di sebuah restoran. Pria tersebut kemudian menanyakan apakah dirinya Roma Irama.
Setelah Roma Irama membenarkan identitasnya, pria tersebut memeluknya dan mengatakan bahwa Roma Irama adalah gurunya.
Roma Irama mengaku terkejut dan menanyakan alasan pernyataan tersebut.
Menurut cerita yang disampaikan dalam acara itu, pria tersebut mengatakan bahwa perjalanan hidupnya selama ini terinspirasi oleh lagu-lagu Roma Irama. Roma Irama menyebut pria itu sebagai guru bahasa Inggris di Universitas Airlangga Surabaya.
Roma Irama mengatakan pengalaman tersebut kemudian dimasukkannya ke dalam paper yang dibawa dalam konferensi internasional tersebut.
Cerita tentang Elvis Presley
Roma Irama juga menceritakan percakapannya dengan seseorang saat berada di Amerika Serikat.
Dalam cerita tersebut, orang itu mengatakan bahwa Roma Irama dinilai lebih baik dibandingkan Elvis Presley.
Roma Irama mengatakan dirinya tidak menerima pujian tersebut sebagai sesuatu yang harus dibanggakan. Ia justru mengaku terharu dan menangis mendengar pernyataan tersebut.
Dalam penjelasannya, Roma Irama kemudian menegaskan bahwa popularitas, kemampuan, kekayaan, maupun berbagai keberhasilan manusia merupakan sesuatu yang harus dipandang sebagai pemberian Allah.
Ia menyampaikan bahwa tidak ada manusia yang hebat dengan sendirinya. Menurutnya, segala sesuatu yang dimiliki manusia berasal dari Allah dan sekaligus menjadi ujian.
Popularitas dan Kekayaan Disebut sebagai Ujian
Roma Irama mengatakan manusia dapat diuji melalui berbagai keadaan, baik kesenangan maupun kesulitan.
Ia menyebut popularitas dan kekayaan sebagai bagian dari kesenangan yang dapat menjadi ujian. Sebaliknya, kemiskinan dan penyakit juga disebut sebagai bentuk ujian.
Menurut Roma Irama, orang yang beruntung adalah mereka yang mampu bersyukur ketika mendapatkan keberhasilan dan mampu bersabar ketika mendapatkan ujian.
Dalam konteks dirinya sendiri, Roma Irama kembali menekankan bahwa pujian terhadap manusia bukan sesuatu yang semestinya menjadi sumber kesombongan.
Ia mengatakan bahwa ketika mendapatkan pujian atas kehebatan dalam musik, politik, maupun agama, dirinya justru merasa malu apabila pujian tersebut diarahkan kepada dirinya secara berlebihan.
Roma Irama kemudian menegaskan bahwa pujian pada akhirnya kembali kepada Allah.
Roma Irama Serukan Forsa Terapkan 4B
Pada bagian akhir sambutannya, Roma Irama memberikan pesan khusus kepada Forsa.
Ia menyebut Forsa sebagai fans club yang menurutnya terbaik di dunia. Namun, pernyataan tersebut kemudian disertai dengan syarat yang ia sebut sebagai 4B.
Roma Irama menjelaskan 4B sebagai:
- Beriman
- Bertakwa
- Berakhlakul karimah
- Berloyalitas
Menurut Roma Irama, apabila Forsa benar-benar menerapkan empat prinsip tersebut, Forsa dapat menjadi organisasi penggemar yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan moral bangsa Indonesia.
Pesan tersebut menjadi bagian penutup sambutan Roma Irama dalam acara yang ditayangkan RepasTV.
Forsa dan Upaya Mewariskan Kecintaan kepada Generasi Berikutnya
Sebelum Roma Irama menyampaikan sambutannya, salah satu narasumber dari sisi pengusaha juga menyampaikan gagasan mengenai bagaimana kecintaan terhadap Roma Irama dan karya-karyanya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia mengatakan bahwa kecintaan terhadap idola tidak hanya dipertahankan untuk masa sekarang, tetapi juga dapat diwujudkan melalui upaya menjaga lagu dan syair agar dapat dikenal anak dan cucu.
Dalam penjelasannya, ia juga menghubungkan aktivitas komunitas penggemar dengan kegiatan ekonomi.
Ia memberikan contoh kemungkinan pengembangan kegiatan ekonomi melalui jaringan Forsa, termasuk usaha yang dikelola oleh struktur organisasi di tingkat daerah. Menurutnya, penggerakan ekonomi tersebut dapat menjadi bagian dari keberlanjutan komunitas dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Dengan demikian, pembahasan dalam acara tersebut tidak hanya mencakup musik dan penggemar, tetapi juga menyentuh dakwah, pendidikan, loyalitas, kegiatan ekonomi, serta pembentukan moral.
Acara Ditutup dengan Penyerahan Plakat
Setelah Roma Irama menyelesaikan sambutannya, acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada para narasumber.
Pemandu acara meminta Roma Irama dan para narasumber untuk berdiri dan maju ke depan panggung.
Plakat diberikan kepada sejumlah narasumber, antara lain Ali Akbar, Dr. Firdaus Turmuzi, Ramdansyah Bakir, Sumil, dan Zainal.
Acara kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi foto bersama Ketua Umum DPP Forsa, Roma Irama, dan para narasumber.
Kesimpulan
Tayangan RepasTV pada 19 Agustus 2026 menampilkan pembahasan mengenai perjalanan dan perjuangan Roma Irama dari sejumlah perspektif.
Dr. Firdaus Turmuzi membahas Roma Irama dari sisi dakwah dan menjelaskan pandangan mengenai musik sebagai sarana yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan, selama diarahkan pada hal-hal yang tidak bertentangan dengan prinsip agama.
Dari sisi penggemar, Zainal menyampaikan pengalaman pribadi mengenai kecintaan dan loyalitasnya terhadap Roma Irama.
Sementara itu, Roma Irama dalam sambutannya lebih banyak menekankan rasa syukur, kerendahan hati, serta pandangan bahwa popularitas, kekayaan, dan berbagai keberhasilan merupakan anugerah sekaligus ujian dari Allah.
Pada bagian akhir, Roma Irama menyerukan agar Forsa menerapkan 4B, yakni beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, dan berloyalitas. Ia menyebut penerapan prinsip tersebut dapat membuat Forsa memberikan kontribusi terhadap pembangunan moral bangsa Indonesia.
FAQ
Siapa yang berbicara tentang Roma Irama dalam tayangan RepasTV 19 Agustus 2026?
Tayangan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dr. Firdaus Turmuzi dan Zainal, sebelum Roma Irama menyampaikan sambutannya.
Apa yang dibahas Dr. Firdaus Turmuzi?
Dr. Firdaus Turmuzi membahas perjuangan Roma Irama dari sisi dakwah serta pandangannya mengenai musik sebagai media yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dakwah.
Apa yang dimaksud 4B Forsa menurut Roma Irama?
Dalam sambutannya, Roma Irama menjelaskan 4B sebagai beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, dan berloyalitas.
Apa pesan Roma Irama mengenai popularitas?
Roma Irama menyampaikan bahwa popularitas, kekayaan, kesenangan, maupun kesulitan merupakan bagian dari ujian Allah. Ia menekankan pentingnya bersyukur ketika mendapatkan keberhasilan dan bersabar ketika menghadapi ujian.
Apa yang diceritakan Roma Irama tentang Pittsburgh University?
Roma Irama mengatakan dirinya pernah diundang Pittsburgh University dalam sebuah konferensi internasional mengenai Islam dan budaya populer di Indonesia dan Malaysia. Dalam kesempatan itu, ia membahas musik sebagai media komunikasi, informasi, pendidikan, persatuan, dan dakwah.
Apa hubungan musik dengan dakwah dalam penjelasan acara tersebut?
Dr. Firdaus Turmuzi menjelaskan bahwa musik dapat diarahkan kepada kemaslahatan, semangat, dan etos kerja. Dalam konteks tersebut, musik dipandang dapat menjadi sarana penyampaian pesan dakwah.
Sumber: RHOMA IRAMA DIMATA ULAMA , SAHABAT ,Serta PENGGEMAR SETIA




