invisible hit counter
Nasional

Rhoma Irama Angkat Isu Dugaan Pemalsuan Makam dalam Podcast Bersama KH Syarif Rahmat, Soroti Pentingnya Penelitian Sejarah

Rhoma Irama Bahas Dugaan Pemalsuan Makam Bersama KH Syarif Rahmat dalam Podcast Bisikan Rhoma

Warta BataviaJAKARTA – Musisi sekaligus tokoh masyarakat Rhoma Irama kembali menghadirkan pembahasan mengenai isu-isu sejarah Islam di Indonesia melalui kanal YouTube Rhoma Irama Official. Dalam episode podcast Bisikan Rhoma yang tayang pada 12 Juli 2024, Rhoma Irama menghadirkan KH. Syarif Rahmat RA, SQ, MA sebagai narasumber untuk membahas polemik yang menurut narasumber berkaitan dengan dugaan pemalsuan makam, perubahan penamaan situs ziarah, hingga pentingnya penelitian sejarah secara mendalam.

Pada awal perbincangan, Rhoma Irama menjelaskan bahwa isu mengenai dugaan makam palsu telah banyak beredar di media sosial dan menjadi perhatian sebagian masyarakat. Ia menyebut telah muncul berbagai informasi mengenai pembongkaran sejumlah makam yang diklaim sebagai makam tokoh tertentu, sehingga menurutnya diperlukan penjelasan dari pihak yang memiliki pengalaman melakukan penelusuran sejarah.

KH. Syarif Rahmat kemudian menyampaikan bahwa dirinya mulai melakukan penelusuran sejak tahun 2015 setelah mengikuti perkembangan polemik mengenai makam Mbah Priok. Menurut penuturannya dalam podcast tersebut, pengalaman itu menjadi titik awal dirinya melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk mengumpulkan informasi mengenai sejarah sejumlah makam dan tradisi ziarah.

Penelusuran Berawal dari Polemik Makam Mbah Priok

Dalam podcast tersebut, KH. Syarif Rahmat menceritakan bahwa ketertarikannya bermula ketika polemik mengenai kawasan makam Mbah Priok mencuat pada tahun 2010.

Ia mengisahkan pernah berdiskusi dengan pejabat Pemerintah Kota Jakarta Utara yang saat itu menjelaskan adanya persoalan terkait lokasi makam tersebut. Menurut penuturannya, kemudian dibentuk tim yang melibatkan unsur pemerintah daerah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), sejumlah tokoh agama, dan ahli sejarah untuk melakukan kajian.

KH. Syarif Rahmat mengatakan bahwa berdasarkan hasil kajian yang ia sebutkan dalam podcast, tim tersebut menyimpulkan adanya perbedaan antara kisah yang berkembang di masyarakat dengan hasil investigasi yang dilakukan. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai penjelasan narasumber mengenai pengalaman yang ia ketahui dalam polemik tersebut.

Mengaku Menelusuri Berbagai Lokasi di Indonesia

Dalam percakapan bersama Rhoma Irama, KH. Syarif Rahmat menyebut bahwa setelah kasus Mbah Priok, dirinya mulai mengunjungi berbagai daerah di Indonesia.

Ia mengaku melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi yang selama ini dikenal sebagai tempat ziarah masyarakat.

Beberapa lokasi yang disebutkan dalam podcast antara lain:

  • Terboyo, Semarang.
  • Trowulan, Jawa Timur.
  • Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah.
  • Ciamis.
  • Wonosobo.
  • Gresik.
  • Demak.
  • Madura.
  • Yogyakarta.
  • Palembang.
  • Jakarta.

Menurut KH. Syarif Rahmat, tujuan kunjungan tersebut adalah membandingkan informasi yang berkembang di masyarakat dengan berbagai sumber sejarah, manuskrip, maupun keterangan dari masyarakat setempat sebagaimana ia jelaskan dalam podcast.

Pembahasan Mengenai Situs Ziarah dan Penamaan Makam

Salah satu topik yang cukup panjang dibahas adalah mengenai sejumlah situs ziarah yang menurut KH. Syarif Rahmat mengalami perubahan penamaan dari waktu ke waktu.

Dalam podcast tersebut, ia menyampaikan sejumlah contoh yang menurutnya perlu dikaji kembali melalui penelitian sejarah yang lebih mendalam.

Ia juga menceritakan pengalamannya berdialog dengan penjaga makam, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak lain yang ditemuinya ketika melakukan penelusuran lapangan.

Seluruh contoh yang disampaikan dalam podcast merupakan bagian dari pengalaman dan pandangan narasumber mengenai pentingnya penelitian sejarah terhadap situs-situs yang menjadi tujuan ziarah masyarakat.

Rhoma Irama Angkat Isu Dugaan Pemalsuan Makam dalam Podcast Bersama KH Syarif Rahmat, Soroti Pentingnya Penelitian Sejarah

Rhoma Irama Tekankan Pentingnya Menghadirkan Narasumber yang Kompeten

Di sela pembahasan, Rhoma Irama menjelaskan bahwa tujuan menghadirkan podcast tersebut bukan untuk memperuncing polemik.

Menurut Rhoma Irama, diskusi dilakukan agar masyarakat dapat mendengar langsung penjelasan dari pihak yang memiliki pengalaman meneliti persoalan tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa berbagai isu yang berkembang sebaiknya dibahas bersama narasumber yang memiliki kompetensi sehingga informasi yang beredar tidak berkembang tanpa kajian.

Ajakan Melakukan Penelitian Sejarah

KH. Syarif Rahmat berulang kali menekankan bahwa berbagai informasi mengenai sejarah, makam tokoh, maupun penamaan wilayah perlu diteliti menggunakan sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, penelitian tidak cukup hanya berdasarkan cerita lisan, tetapi juga memerlukan pembandingan dengan manuskrip, dokumen sejarah, maupun data pendukung lainnya sebagaimana ia uraikan dalam podcast.

Menyinggung Pentingnya Pelestarian Sejarah

Selain membahas makam, podcast juga menyinggung perubahan narasi sejarah mengenai sejumlah tokoh dan organisasi.

KH. Syarif Rahmat menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga keaslian sejarah agar generasi mendatang memperoleh informasi yang sesuai dengan sumber sejarah yang tersedia.

Dalam podcast tersebut ia menyampaikan bahwa setiap perubahan informasi sejarah sebaiknya diteliti secara akademik sebelum diterima sebagai kebenaran.

Rhoma Irama: Tujuan Diskusi adalah Mencari Kebenaran

Menjelang akhir podcast, Rhoma Irama menegaskan bahwa tujuan utama diskusi adalah mencari kebenaran berdasarkan data dan penelitian.

Ia mengutip prinsip saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran serta mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan.

Rhoma Irama juga menyampaikan harapan agar berbagai persoalan sejarah dapat dibahas secara terbuka dengan menghadirkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Penutup Podcast: Ajakan Menjaga Ukhuwah Islamiyah

Pada penutupan acara, KH. Syarif Rahmat menyampaikan pesan agar masyarakat tetap santun dalam menyampaikan argumentasi.

Ia mengajak umat Islam untuk mengikuti kebenaran yang diyakini berdasarkan ilmu, tanpa menghilangkan rasa hormat kepada para guru maupun tokoh agama.

Sementara itu, Rhoma Irama menutup podcast dengan mengajak masyarakat menjaga ukhuwah Islamiyah serta terus mengedepankan semangat mencari kebenaran dan persatuan.

FAQ

Apa tema utama podcast Rhoma Irama bersama KH. Syarif Rahmat?

Podcast membahas isu yang menurut narasumber berkaitan dengan dugaan perubahan penamaan makam, sejarah situs ziarah, serta pentingnya penelitian sejarah terhadap informasi yang berkembang di masyarakat.

Kapan podcast tersebut ditayangkan?

Berdasarkan naskah yang diberikan pengguna, podcast tersebut tayang di kanal Rhoma Irama Official pada 12 Juli 2024.

Apa tujuan diskusi menurut Rhoma Irama?

Rhoma Irama menyatakan tujuan diskusi adalah menghadirkan narasumber yang kompeten untuk membahas polemik sehingga masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas serta tetap mengedepankan persatuan.

Apa pesan penutup dalam podcast?

Podcast ditutup dengan ajakan untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, mengedepankan pencarian kebenaran melalui penelitian, serta tetap menjaga sikap saling menghormati di tengah perbedaan pandangan.

Sumber berita:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button