Guru Gembul Ungkap Alasan Terus Membahas Habib
Guru Gembul Ungkap Alasan Terus Membahas Habib dan Soroti Pengaruhnya terhadap Ajaran Islam
JAKARTA — Guru Gembul menjelaskan alasan dirinya terus membahas isu mengenai habib dalam sejumlah konten di kanal YouTube Guru Gembul. Dalam video yang diunggah pada 24 Mei 2025, ia mengatakan pembahasannya tidak hanya berkaitan dengan persoalan makam, tetapi juga menyentuh persoalan yang menurutnya berkaitan dengan ajaran Islam, dakwah, serta karakter sebagian pengikut suatu kelompok.
Penjelasan tersebut disampaikan Guru Gembul setelah seorang konten kreator yang disebutnya sebagai seorang edukator nonmuslim mempertanyakan alasan dirinya berulang kali membahas habib.
Menurut Guru Gembul, pertanyaan tersebut muncul karena persoalan yang menjadi perhatian publik dianggap hanya berkaitan dengan kasus penyerobotan makam. Ia kemudian menjelaskan bahwa alasan dirinya mengangkat tema tersebut jauh lebih luas daripada persoalan material maupun finansial.
Guru Gembul mengatakan bahwa dirinya telah mengkritik sejumlah habib sejak kelompok tersebut, menurut versinya, mulai mendapatkan perhatian luas. Ia juga menyebut pernah menghadapi berbagai konsekuensi ketika menyampaikan kritik pada saat kelompok tersebut sedang berada dalam masa kejayaannya.
Dalam video tersebut, Guru Gembul kemudian membagi pembahasannya mengenai apa yang ia sebut sebagai bahaya habib ke dalam beberapa aspek. Pada bagian yang menjadi fokus video 24 Mei 2025 itu, ia terutama membahas dampak yang menurutnya berkaitan dengan ajaran Islam.
“Sebenarnya tidak hanya nyerobot makam,” kata Guru Gembul ketika menjelaskan alasan dirinya terus membahas persoalan habib.
Ia selanjutnya membahas sejumlah hal yang menurutnya berkaitan dengan akidah, syariah, dakwah, penyebaran informasi mengenai tokoh agama, serta hubungan antara umat Islam dan ulama.
Perlu dicatat, berbagai tudingan dan penilaian dalam artikel ini merupakan pernyataan Guru Gembul sebagaimana disampaikan dalam video tersebut, bukan kesimpulan atau verifikasi independen atas klaim-klaim yang disampaikan.
Guru Gembul Sebut Pembahasan Habib Tidak Semata Persoalan Materi
Pada awal video, Guru Gembul menjelaskan bahwa pembahasannya mengenai habib tidak didorong kepentingan finansial. Ia bahkan mengaitkan aktivitas kritik tersebut dengan pengalaman yang dialaminya ketika mulai menyampaikan kritik terhadap kelompok yang ia sebut sebagai habib.
Menurut dia, ketika kritik dilakukan pada masa kelompok tersebut sedang mendapatkan popularitas, dirinya tidak mendapatkan keuntungan finansial. Sebaliknya, ia mengaku menghadapi ancaman dan penurunan jumlah pelanggan kanal.
Guru Gembul mengatakan bahwa membahas kelompok yang memiliki pengikut dan pengaruh luas merupakan pembahasan yang berkaitan dengan hubungan antara pihak yang mendoktrin dan pihak yang menerima doktrin.
Atas dasar itu, ia menilai persoalan yang dibahas tidak berhenti pada kasus tertentu, tetapi perlu dilihat dari pengaruh yang lebih luas.
Dalam video tersebut, Guru Gembul menyampaikan bahwa akan ada pembahasan lanjutan mengenai tiga aspek, yakni apa yang disebutnya sebagai bahaya habib terhadap Indonesia, terhadap Islam, dan terhadap karakter pribadi orang-orang yang mengikuti aliran tersebut. Video 24 Mei 2025 secara khusus diarahkan pada pembahasan mengenai persoalan yang menurutnya muncul dalam ajaran agama Islam.
Sorotan terhadap Praktik Ziarah dan Permintaan di Makam
Salah satu bagian utama yang disoroti Guru Gembul berkaitan dengan praktik meminta sesuatu melalui makam atau foto tokoh yang dianggap memiliki kedudukan spiritual.
Ia membandingkan kelompok yang ia sebut sebagai Habib Baalawi dengan sejumlah kelompok keagamaan lain yang menurutnya pernah disebut sesat di Indonesia. Dalam penyampaiannya, ia mengatakan kelompok-kelompok tersebut tidak memiliki doktrin yang sama mengenai pemanfaatan makam atau foto leluhur untuk memenuhi kebutuhan seseorang.
Guru Gembul kemudian mengutip nama Al Habib Abdullah bin Al Haddad dan mengaitkannya dengan anjuran untuk berziarah ke makam.
Dalam video, Guru Gembul menyampaikan pemahamannya bahwa meminta sesuatu kepada selain Allah, terutama kepada kuburan dan foto, merupakan persoalan serius dalam perspektif akidah Islam.
Ia memberikan ilustrasi mengenai seseorang yang menghadapi persoalan kemudian berbicara kepada foto seorang tokoh yang disebut Habib Umar bin Hafidz. Menurut ilustrasi yang disampaikannya, orang tersebut meminta pertolongan melalui foto, kemudian memperoleh solusi setelahnya.
Guru Gembul menganggap persoalan tersebut sebagai bagian dari apa yang ia nilai sebagai perubahan dalam aspek tauhid.
Ia kemudian menyampaikan contoh lain berupa gambaran tentang seseorang yang setelah meninggal menghadapi pertanyaan malaikat mengenai Tuhan, nabi, dan kiblat. Dalam narasi yang ia kritik, jawaban yang diberikan adalah nama seorang habib.
Menurut Guru Gembul, praktik atau keyakinan semacam itu merupakan persoalan mendasar karena menyangkut konsep ketauhidan.
Guru Gembul Kaitkan Persoalan dengan Pendidikan di Pesantren
Setelah membahas persoalan makam, Guru Gembul menghubungkannya dengan pendidikan keagamaan.
Ia memberikan ilustrasi mengenai orang tua yang memasukkan anaknya ke pesantren dengan harapan anak tersebut menjadi saleh dan mendapatkan kehidupan akhirat yang baik. Menurut Guru Gembul, tujuan tersebut dapat menjadi persoalan apabila, berdasarkan tudingan yang ia sampaikan, anak justru diajarkan meminta kepada kuburan, memohon kepada foto tokoh, atau mengganti penyebutan Tuhan.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai kekhawatiran yang ia bangun berdasarkan kritiknya terhadap praktik yang ia tuduhkan kepada sebagian kelompok yang dibahas.
Guru Gembul kemudian menyebut persoalan tersebut sebagai bahaya pada level akidah. Ia mengatakan bahwa menurut pandangannya, persoalan akidah merupakan bagian paling mendasar dalam agama Islam.
Kritik terhadap Dakwah dan Syariah
Selain akidah, Guru Gembul menyebut aspek kedua yang menurutnya menjadi persoalan, yakni dakwah Islam dan syariah.
Ia kemudian mengaitkan pembahasannya dengan figur Habib Rizieq Shihab. Dalam video tersebut, Guru Gembul menyebut Habib Rizieq sebagai figur yang menurutnya menjadi pelopor atau pionir dalam penggunaan bahasa yang ia nilai toksik, intimidatif, dan berkaitan dengan kekerasan.
Pernyataan itu disampaikan ketika Guru Gembul membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kemunculan Habib Rizieq di ruang publik Indonesia.
Menurut Guru Gembul, sebelum kemunculan figur tersebut, ia tidak melihat pola yang sama dalam penggunaan bahasa oleh ulama di Indonesia. Ia juga menyatakan bahwa sebagian orang yang membela Habib Rizieq kemudian menggunakan bahasa yang menurutnya kasar dan tidak beretika ketika menghadapi kritik.
Namun, dalam sumber yang menjadi dasar artikel ini, Guru Gembul tidak menyertakan data kuantitatif atau penelitian tertentu untuk membuktikan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah yang ia sampaikan tersebut.
Karena itu, pernyataan tersebut dalam konteks pemberitaan ini ditempatkan sebagai pendapat dan penilaian Guru Gembul dalam video.
Guru Gembul Soroti Perubahan Relasi Antarumat Beragama
Guru Gembul juga membicarakan hubungan antarumat beragama di Indonesia.
Menurut dia, dahulu toleransi antarumat beragama berjalan dengan baik. Namun, ia menilai muncul perubahan dalam hubungan sosial tersebut setelah kemunculan Habib Rizieq dalam ruang publik.
Ia menyebut antara lain munculnya persoalan ketika seseorang bergaul dengan orang yang berbeda agama atau ketika terjadi tindakan yang menurutnya menunjukkan permusuhan kepada kelompok berbeda agama.
Dari sudut pandang Guru Gembul, kondisi tersebut kemudian menyulitkan penyampaian pesan Islam sebagai agama yang mengajarkan kasih sayang.
Ia menyatakan bahwa resistensi terhadap Islam dapat meningkat apabila perilaku sebagian orang yang mengatasnamakan Islam justru identik dengan kata-kata kasar, intimidasi, atau tindakan terhadap kelompok lain.
Dalam video tersebut, Guru Gembul juga mengaitkan persoalan itu dengan konsep rahmatan lil alamin. Ia mengatakan bahwa menurutnya masyarakat semakin sering melihat umat Islam menggunakan kata-kata kasar untuk menjatuhkan pihak lain.
Tiga Hal yang Disebut Guru Gembul Memengaruhi Penerimaan terhadap Habib
Guru Gembul kemudian menjelaskan alasan yang menurutnya membuat kelompok habib mempunyai pengaruh besar terhadap sebagian umat Islam.
Ia menyebut tiga hal.
Pertama, klaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.
Kedua, klaim bahwa keturunan Nabi mempunyai kesucian tertentu dan sifat maksum.
Ketiga, menurut Guru Gembul, orang yang mengkritik atau mempertanyakan kelompok tersebut dapat disebut sebagai orang awam atau bahkan dikaitkan dengan iblis.
Ketiga poin tersebut menjadi kerangka utama dalam argumentasi Guru Gembul mengenai mengapa kritik terhadap habib, menurutnya, sering mendapatkan respons keras.
Ia mengatakan bahwa orang yang mempertanyakan cerita mengenai karamah atau kisah tertentu dapat disebut sebagai orang awam yang tidak memahami persoalan. Sementara itu, orang yang berani mengkritik, menurut Guru Gembul, dapat disebut dengan istilah yang mengaitkannya dengan iblis.
Kritik terhadap Klaim Karamah
Aspek berikutnya yang dibahas adalah apa yang disebut Guru Gembul sebagai propaganda kebodohan.
Ia menyinggung cerita mengenai karamah yang dikaitkan dengan sejumlah tokoh habib. Dalam video tersebut, Guru Gembul menyebut adanya cerita tentang leluhur yang dapat melakukan perjalanan luar biasa, naik ke langit, atau mengalami peristiwa spiritual tertentu.
Ia juga menyinggung kota Tarim di Yaman dan menyebut adanya klaim bahwa sejumlah orang di wilayah tersebut telah menjadi wali.
Guru Gembul mempertanyakan mengapa cerita mengenai karamah lebih banyak ditampilkan daripada catatan sejarah mengenai tokoh yang bersangkutan.
Ia juga mengatakan bahwa ada tokoh-tokoh yang menurutnya pada awalnya merupakan orang biasa, tetapi setelah meninggal kemudian dikaitkan dengan status wali dan penyebar agama Islam.
Menurut Guru Gembul, cerita mengenai karamah tersebut kemudian berkembang melalui kitab dan media digital.
Peran Media Digital dalam Penyebaran Biografi Tokoh
Guru Gembul selanjutnya menyoroti media digital yang menurutnya ikut menyebarkan cerita mengenai tokoh-tokoh habib.
Ia menyebut sejumlah media nasional dan media digital ketika memberikan contoh hasil pencarian biografi tokoh tertentu.
Menurutnya, ketika seseorang mencari informasi tentang tokoh yang disebut habib, hasil pencarian yang muncul sering kali lebih banyak menampilkan cerita mengenai karamah daripada informasi sejarah yang dapat diverifikasi.
Guru Gembul menyebut beberapa contoh cerita karamah, termasuk cerita tentang perjalanan luar biasa, kemampuan tertentu, dan aktivitas spiritual yang dikaitkan dengan makam.
Ia kemudian menyampaikan pandangan bahwa pengulangan suatu cerita melalui berbagai media dapat membuat masyarakat menganggap cerita tersebut sebagai fakta.
“Kalau misalkan sebuah kebohongan dipropagandakan, maka dia akan diterima sebagai sebuah fakta dan kenyataan,” ujar Guru Gembul dalam video tersebut.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Guru Gembul dalam konteks kritiknya terhadap cara informasi mengenai tokoh agama disebarkan.
Sumber yang menjadi dasar artikel ini tidak memuat penelitian media yang mengukur seberapa luas penyebaran cerita-cerita tersebut atau tingkat akurasi masing-masing biografi.
Guru Gembul Klaim Pernah Mengalami Pembatasan karena Kritik
Dalam bagian lain, Guru Gembul mengaku pernah mengalami pembatasan dari media digital karena kritiknya terhadap habib.
Ia menyebut ada lebih dari satu media digital yang menurut pengakuannya melakukan tindakan tersebut.
Menurut Guru Gembul, pola yang ia lihat adalah pencarian terhadap leluhur suatu tokoh, kemudian muncul cerita mengenai status wali, penyebaran agama, serta berbagai karamah. Cerita tersebut kemudian diberitakan melalui media.
Ia juga mengatakan bahwa orang yang menyangkal klaim tersebut dapat dicap sebagai orang awam atau bahkan disebut sebagai iblis.
Pernyataan mengenai pengalaman pribadi tersebut tidak disertai identitas media atau bukti dokumenter dalam transkrip yang menjadi dasar artikel ini. Karena itu, artikel ini tidak menyimpulkan bahwa tindakan pembatasan tersebut benar-benar terjadi tanpa verifikasi tambahan.
Menjauhkan Umat dari Ulama Lain
Bahaya keempat yang disebut Guru Gembul adalah apa yang ia gambarkan sebagai upaya menjauhkan umat Islam dari ulama lain yang dianggapnya lebih lurus.
Ia mengatakan bahwa terdapat ulama yang mengajarkan sunah, logika, dan kebaikan, tetapi menurutnya pengaruh mereka kemudian digantikan oleh kelompok habib.
Guru Gembul menilai bahwa sebagian kelompok yang ia kritik cenderung mengarahkan jamaah untuk lebih dekat dengan tokoh-tokoh dari kelompok mereka.
Ia juga menyebut adanya sikap yang menurutnya berlebihan ketika seorang jamaah memilih menghadiri majelis ulama lain dibandingkan menghadiri kegiatan yang berkaitan dengan habib.
Dalam video tersebut, Guru Gembul memberikan sejumlah contoh kegiatan keagamaan dan majelis yang menurutnya menjadi bagian dari pola tersebut.
Klaim tentang Kedudukan Habib
Guru Gembul juga menyoroti sejumlah pernyataan mengenai kedudukan habib yang menurutnya beredar di kalangan tertentu.
Ia menyebut adanya klaim bahwa habib yang dianggap paling bodoh sekalipun lebih baik dibandingkan sejumlah kiai yang dianggap cerdas.
Ia juga menyebut adanya klaim mengenai keutamaan duduk di depan habib dibandingkan ibadah tertentu.
Selain itu, Guru Gembul mengutip klaim bahwa seseorang yang banyak melakukan maksiat tetapi dekat dengan habib dan mentraktir habib dapat memperoleh jalan menuju surga.
Ia juga menyebut pernyataan yang menempatkan cinta kepada habib sebagai sesuatu yang bersifat wajib.
Seluruh pernyataan tersebut disampaikan Guru Gembul sebagai bagian dari kritik terhadap apa yang menurutnya merupakan bentuk pengultusan terhadap figur agama.
Dalam sumber yang tersedia, tidak dicantumkan nama kitab, halaman, rekaman asli, atau sumber primer untuk setiap pernyataan yang dikutip tersebut. Karena itu, artikel ini tidak memperlakukan kutipan-kutipan tersebut sebagai representasi seluruh komunitas habaib atau seluruh ajaran yang berkaitan dengan kelompok tersebut.
Guru Gembul Singgung Ustaz Abdul Somad
Dalam pembahasan mengenai pengaruh kelompok habib, Guru Gembul turut menyebut nama Ustaz Abdul Somad.
Ia mengatakan dirinya menyukai cara Ustaz Abdul Somad dalam menjelaskan hadis dan menafsirkan Al-Qur’an. Namun, menurut Guru Gembul, Ustaz Abdul Somad dianggap lebih mudah menerima cerita mengenai habib tanpa melakukan kritik atau verifikasi yang sama ketatnya.
Salah satu contoh yang diberikan adalah cerita mengenai kondisi jalan di Tarim, Hadramaut, Yaman.
Menurut cerita yang dikutip Guru Gembul, jalan di Tarim tidak diaspal bukan karena persoalan kemiskinan, melainkan karena pemerintah setempat tidak ingin jejak kaki para wali tertutup oleh aspal.
Guru Gembul mempertanyakan cerita tersebut dengan mengaitkannya dengan kondisi ekonomi Yaman.
Ia mengatakan bahwa Tarim merupakan salah satu kota miskin di Timur Tengah dan berada di negara yang menurutnya juga menghadapi kemiskinan. Ia kemudian menghubungkan kondisi tersebut dengan pengaruh habib.
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari argumentasi Guru Gembul dalam video dan tidak disertai data ekonomi maupun sumber sejarah mengenai alasan jalan di Tarim tidak diaspal.
Penyebutan KH Imaduddin Utsman
Menjelang akhir video, Guru Gembul menyebut KH Imaduddin Utsman.
Menurut Guru Gembul, keberadaan KH Imaduddin Utsman dianggap penting karena membahas persoalan yang menurutnya menjadi dasar dari klaim mengenai kedudukan habib.
Ia kembali merangkum tiga hal yang sebelumnya telah disebutkan, yaitu klaim sebagai keturunan Nabi, anggapan mengenai kesucian keturunan Nabi, serta tudingan bahwa orang yang mengkritik atau meragukan klaim tersebut dapat disebut sebagai iblis atau orang awam.
Guru Gembul kemudian menyatakan bahwa KH Imaduddin Utsman membahas persoalan mendasar mengenai klaim nasab tersebut.
Dalam video itu, Guru Gembul menyampaikan kesimpulan versinya mengenai klaim tersebut. Namun, transkrip yang menjadi dasar artikel ini tidak memuat penjelasan akademik KH Imaduddin Utsman secara lengkap maupun sumber-sumber yang menjadi dasar pernyataannya.
Karena itu, artikel ini hanya mencatat bahwa Guru Gembul menyebut dan memberikan penilaian tertentu terhadap pembahasan KH Imaduddin Utsman, tanpa mengubah penilaian tersebut menjadi kesimpulan faktual independen.
Pembahasan Nasab Menjadi Bagian Penting
Dari keseluruhan penjelasan Guru Gembul, persoalan nasab menjadi salah satu bagian penting dalam argumentasinya.
Menurut Guru Gembul, klaim mengenai keturunan Nabi mempunyai konsekuensi terhadap cara sebagian masyarakat memperlakukan tokoh yang dianggap memiliki nasab tersebut.
Ia menilai klaim tersebut dapat memberikan legitimasi sosial dan keagamaan yang lebih besar kepada seseorang.
Dalam konteks kritiknya, Guru Gembul kemudian mengaitkan klaim nasab dengan persoalan kesucian, kritik terhadap tokoh, dan posisi ulama lain.
Namun, persoalan mengenai nasab merupakan isu tersendiri yang memerlukan pembahasan berdasarkan sumber sejarah, manuskrip, silsilah, dan penelitian genealogis. Transkrip video yang menjadi sumber artikel ini tidak memberikan uraian lengkap mengenai metode penelitian nasab.
Karena itu, artikel ini tidak melakukan verifikasi terhadap benar atau tidaknya klaim nasab kelompok tertentu, melainkan hanya memberitakan posisi yang disampaikan Guru Gembul dalam video.
Guru Gembul Sebut Kritik sebagai Upaya Mengawasi Ajaran
Guru Gembul menempatkan aktivitas kritiknya sebagai bentuk perhatian terhadap ajaran Islam.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak hanya membahas persoalan habib untuk memperoleh pendapatan dari iklan atau popularitas.
Menurutnya, persoalan yang lebih penting adalah pengaruh suatu kelompok terhadap pemahaman keagamaan masyarakat.
Ia mengatakan bahwa kritik tersebut juga berkaitan dengan kekhawatiran mengenai kemungkinan perubahan dalam memahami tauhid, syariah, dakwah, serta hubungan umat Islam dengan ulama.
Dalam konteks tersebut, Guru Gembul menganggap pembahasan kritis mengenai tokoh agama perlu dilakukan.
Namun, karena materi yang dibahas merupakan pernyataan seorang narasumber, pembaca tetap perlu membedakan antara klaim, pendapat, interpretasi, dan fakta yang telah diverifikasi secara independen.
Video Berikutnya Akan Membahas Dampak terhadap Indonesia
Pada akhir video, Guru Gembul mengatakan pembahasan mengenai habib belum selesai.
Ia menyebut video tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembahasan yang akan berlanjut pada topik lain.
Jika video 24 Mei 2025 berfokus pada apa yang menurutnya menjadi persoalan terhadap ajaran Islam, maka episode berikutnya akan membahas apa yang ia sebut sebagai bahaya habib terhadap Indonesia serta terhadap diri pribadi pengikutnya.
Dengan demikian, video tersebut menjadi bagian dari rangkaian konten Guru Gembul yang secara khusus mengangkat kritik terhadap kelompok yang disebutnya sebagai habib.
Guru Gembul kemudian menutup video dengan mengucapkan terima kasih kepada penonton dan menyampaikan salam.
FAQ
Apa alasan Guru Gembul terus membahas habib?
Menurut penjelasan Guru Gembul dalam video 24 Mei 2025, pembahasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan makam atau kepentingan finansial. Ia mengatakan dirinya ingin membahas pengaruh yang menurutnya berkaitan dengan ajaran Islam, dakwah, akidah, dan kehidupan masyarakat.
Apa yang menjadi fokus video Guru Gembul pada 24 Mei 2025?
Fokus video tersebut adalah apa yang Guru Gembul sebut sebagai dampak atau bahaya kelompok habib terhadap ajaran Islam. Ia membahas antara lain persoalan akidah, praktik terkait makam dan foto tokoh, dakwah, syariah, penyebaran cerita karamah, posisi ulama, serta klaim nasab.
Siapa yang disebut Guru Gembul dalam video tersebut?
Beberapa nama yang disebut dalam transkrip antara lain Al Habib Abdullah bin Al Haddad, Habib Umar bin Hafidz, Habib Rizieq Shihab, Ustaz Abdul Somad, dan KH Imaduddin Utsman.
Apa yang dikritik Guru Gembul mengenai praktik ziarah?
Guru Gembul mengkritik praktik meminta pertolongan atau penyelesaian masalah melalui makam atau foto tokoh. Ia memandang praktik tersebut sebagai persoalan akidah. Pernyataan ini merupakan pandangan Guru Gembul dalam video yang dibahas.
Apa tiga hal yang menurut Guru Gembul membuat habib memiliki pengaruh?
Guru Gembul menyebut tiga hal dalam argumentasinya, yakni klaim sebagai keturunan Nabi, klaim mengenai kesucian atau kemaksuman keturunan Nabi, serta pelabelan terhadap orang yang mengkritik atau meragukan mereka sebagai orang awam atau iblis.
Apa yang dimaksud Guru Gembul dengan propaganda kebodohan?
Istilah tersebut digunakan Guru Gembul ketika mengkritik penyebaran cerita karamah dan kisah luar biasa mengenai tokoh-tokoh tertentu. Ia mempertanyakan dominasi cerita karamah dibandingkan catatan sejarah dalam informasi mengenai tokoh tersebut.
Mengapa media digital disebut dalam pembahasan?
Guru Gembul menilai media digital memiliki peran dalam penyebaran biografi dan cerita karamah mengenai tokoh yang dibahas. Ia mengatakan pencarian nama tertentu di internet dapat menghasilkan informasi yang lebih banyak membahas karamah daripada catatan sejarah.
Apa yang dikatakan Guru Gembul tentang ulama lain?
Menurut Guru Gembul, terdapat kecenderungan yang ia kritik untuk mengarahkan umat agar lebih dekat dengan kelompok ulama tertentu dan menjauh dari ulama lain. Ia mengaitkannya dengan klaim keutamaan habib dibandingkan ulama lainnya.
Mengapa KH Imaduddin Utsman disebut?
Guru Gembul menyebut KH Imaduddin Utsman ketika membahas persoalan dasar mengenai klaim nasab. Menurut Guru Gembul, pembahasan KH Imaduddin Utsman berkaitan dengan klaim bahwa kelompok tertentu merupakan keturunan Nabi.
Apakah seluruh klaim dalam video tersebut telah terverifikasi?
Tidak. Artikel ini disusun berdasarkan penjelasan Guru Gembul dalam video yang ditranskripsikan. Transkrip tersebut tidak menyediakan verifikasi independen untuk seluruh klaim sejarah, keagamaan, genealogis, maupun sosial yang disampaikan. Oleh sebab itu, klaim tersebut diberitakan sebagai pernyataan atau pandangan Guru Gembul.
Apakah kritik Guru Gembul ditujukan kepada seluruh habib?
Dalam transkrip, Guru Gembul menggunakan istilah “habib”, “Habib Baalawi”, dan menyebut sejumlah figur tertentu. Namun, artikel ini tidak menyimpulkan bahwa seluruh individu yang menyandang gelar habib mempunyai pandangan atau praktik yang sama. Penilaian terhadap kelompok atau individu tertentu perlu didasarkan pada sumber dan bukti yang spesifik.
Kesimpulan
Video Guru Gembul yang diunggah pada 24 Mei 2025 berisi penjelasan mengenai alasan dirinya terus mengangkat isu habib. Menurut Guru Gembul, persoalan tersebut tidak berhenti pada kasus makam maupun kepentingan finansial, tetapi berkaitan dengan persoalan yang lebih luas dalam kehidupan keagamaan dan sosial.
Dalam penjelasannya, ia membahas sejumlah hal yang menurutnya berhubungan dengan akidah, terutama praktik meminta sesuatu melalui makam atau foto tokoh. Ia juga mengkritik penggunaan cerita karamah, cara penyebaran informasi mengenai tokoh agama melalui media digital, serta posisi habib dalam relasi dengan ulama lainnya.
Guru Gembul juga mengaitkan pembahasannya dengan dakwah Islam dan hubungan antarumat beragama. Ia menilai penggunaan bahasa kasar, intimidasi, dan konflik dapat memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap pesan Islam sebagai agama yang mengajarkan kasih sayang.
Pada bagian akhir, Guru Gembul menyoroti klaim nasab sebagai salah satu dasar yang menurutnya memberikan pengaruh terhadap posisi habib di tengah masyarakat. Ia kemudian menyebut KH Imaduddin Utsman sebagai tokoh yang menurutnya membahas persoalan mendasar terkait klaim keturunan Nabi.
Video tersebut, sebagaimana disampaikan Guru Gembul, bukan akhir dari rangkaian pembahasan. Ia mengatakan akan melanjutkan pembahasan mengenai apa yang disebutnya sebagai dampak habib terhadap Indonesia dan terhadap pribadi orang yang mengikuti aliran tersebut.
Dengan demikian, isi video 24 Mei 2025 terutama merupakan argumentasi dan kritik Guru Gembul terhadap sejumlah praktik, klaim, serta pengaruh tokoh atau kelompok yang ia sebut sebagai habib.



